Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

China-Iran Kian Mesra, Mossad Israel Mulai Cemas

Mantan Kepala Mossad, Danny Yatom, mengungkapkan kekhawatirannya atas kian mesranya hubungan China-Iran.

Editor: m nur huda
ISRAELI DEFENCE MINISTRY
Israel kembali pamerkan 3 prototipe tank canggih terbarunya, mulai dari memiliki kecerdasan buatan hingga dapat dikendalikan dengan kontrol Xbox. 

Sementara kesepakatan bisnis China-Eropa belum menimbulkan kekhawatiran bagi Israel, tapi menurut Yatom, itu mungkin menimbulkan “sakit kepala” yang serius bagi negaranya.

"Begitu China mulai mengucurkan uangnya, itu pasti akan memudahkan situasi ekonomi Iran; dan sekali ini dilakukan, Teheran akan dapat mengalokasikan uang untuk organisasi yang dapat menantang negara Yahudi, seperti Hezbollah, Hamas, dan Jihad Islam Palestina,” kata Yatom.

Meskipun Teheran diduga berhenti mendukung Hamas pada 2011 menyusul keputusan kelompok Islam untuk mendukung pemberontak Suriah yang berperang melawan Presiden Suriah Bashar Assad,  suntikan uang tunai kepada Jihad Islam dan Hizbullah tidak pernah berhenti.

Walaupun sulit untuk menilai berapa banyak uang (jika ada) yang dimasukkan oleh Teheran, media Israel menunjukkan Jihad Islam Palestina menerima sekitar $ 70 juta per tahun, dan Hezbollah Lebanon mendapat sekitar $ 800 juta per tahun.

Suntikan uang tunai bukan satu-satunya cara yang digunakan Iran. Selama bertahun-tahun, Iran diduga memberi Hezbollah sejumlah senjata dan membantu mengubahnya menjadi salah satu kekuatan militer terkuat di kawasan itu.

Mereka menguasai berbagai macam anti-tank, anti rudal anti-udara, kemampuan yang menurut negara Yahudi tidak bisa diterima.

Karena alasan inilah dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah meningkatkan upayanya untuk mencegah kehadiran Iran di sebelah perbatasannya di utara.

Militer Israel secara konsisten menyerang berbagai sasaran milik Republik Islam dan proksi Hizbullah di tanah Suriah. Israel percaya, lewat jalur inilah senjata Iran bisa mencapai Lebanon.

Pekan lalu, militer Israel menggempur sebuah sasaran di dekat Damaskus, menewaskan beberapa gerilyawan bersenjata, termasuk seorang pejuang Hizbullah Lebanon.

Ini juga terjadi pada bulan Juni, ketika negara Yahudi itu dilaporkan menghancurkan dua pabrik yang digunakan oleh milisi dukungan Iran untuk menampung amunisi.

"Iran adalah musuh utama kami, dan kami mengikuti apa yang mereka dan sekutu mereka lakukan. Kami tidak akan membiarkan Republik Islam mendekati perbatasan kami,” tegas Yatom.  

Yatom  mendesak pemerintahnya menekan Tiongkok untuk memastikan perjanjiannya dengan Teheran tidak akan membahayakan keamanan Israel.

"Saya menyadari pakta Beijing dan Teheran adalah kesepakatan yang dilakukan yang tidak dapat diubah,” akunya.

Tetapi Israel, yang menawarkan hubungan persahabatan dengan Beijing dapat mendekati pihak berwenang Tiongkok dan meminta mereka untuk memastikan kepentingan kami dipertahankan.

Menelisik posisi dan hubungan Israel dan Iran, koresponden senior Sputniknews.com, Elizabeth Blade, mengulas, kedua negara mencapai titi terendah hubungan sesudah Shah Iran jatuh.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved