Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

China-Iran Kian Mesra, Mossad Israel Mulai Cemas

Mantan Kepala Mossad, Danny Yatom, mengungkapkan kekhawatirannya atas kian mesranya hubungan China-Iran.

Editor: m nur huda
ISRAELI DEFENCE MINISTRY
Israel kembali pamerkan 3 prototipe tank canggih terbarunya, mulai dari memiliki kecerdasan buatan hingga dapat dikendalikan dengan kontrol Xbox. 

Buruknya hubungan kedua negara tidak hanya karena faktor isu agama dan perbedaan dalam ideologi, tetapi juga karena alasan geopolitik.

Meskipun tidak mungkin berubah dalam waktu dekat, perubahan masih mungkin terjadi. Syaratnya, Israel meninggalkan cara-cara kekerasan dan aniaya terhadap Palestina.

Pemimpin spiritual Iran secara terbuka dan berulang-ulang membuat retorika, Israel akan dilenyapkan dari peta. 

Atas dasar narasi itulah, Israel merespon lewat segala cara yang bisa mencegah aksi itu terjadi. Israel menyabot program nuklir Teheran.

Mereka menginfiltrasi politik dan militer Iran, membunuh sejumlah ahli nuklir Iran, dan menyerang sasaran-sasaran Iran di Irak maupun Suriah.  

Israel percaya Iran menyembunyikan tujuan sebenarnya dari proyek nuklirnya. Mereka mencurigai negara itu mengembangkan senjata pemusnah massal untuk digunakan melawan negara Yahudi itu.

Meskipun Iran membantah tuduhan ini, dengan mengatakan program nuklir mereka dimaksudkan untuk tujuan damai saja, Israel tampaknya tidak menerima klaim-klaim ini.

Cara-cara halus dilakukan. Antara lain perang saiber lewat program Stuxnet, sebuah worm komputer yang diduga dikembangkan Israel dan AS, yang menghancurkan sistem komputer program nuklir Iran.

Sejarah sebenarnya mengingat secara jelas hubungan kedua negara ini pernah sangat mesra. Sebelum Revolusi Islam 1979, Iran mempertahankan hubungan yang stabil dengan Israel.

Meskipun keduanya tidak pernah bertukar duta besar, negara-negara itu bekerja sama dalam sejumlah proyek intelijen dan militer. Israel dilaporkan melatih dinas rahasia Shah Iran, Savak.

Hubungan dagang kedua negaraj juga mengesankan. Iran memasok minyak ke Israel, yang memicu ketidakpuasan dunia Arab.

Saat itu, dalam masyarakat Iran yang sebagian besar sekuler, Israel tidak dianggap sebagai musuh negara.

Pembebasan Yerusalem bukanlah agenda pemerintah Iran. Para ahli Israel percaya, Iran lebih memilih kota suci Najaf, ketimbang Yerusalem.

Agama dan Ideologi: Akar Semua Kejahatan?

Masih menurut Elizabeth Blade, suara-suara yang mengatakan pentingnya Yerusalem, juga muncul di Iran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved