Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Jangan Berlebihan Mengonsumsinya Ya. . . Ini Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging 

Daging juga kaya akan protein yang diperlukan tubuh untuk membangun otot, tulang, jaringan, dan menunjang kinerja enzim

Editor: muslimah
arandaev
Ilustrasi Daging merah (karandaev) 

Jangan Berlebihan Mengonsumsinya Ya. . . Ini Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging 

TRIBUNJATENG.COM - Makan daging merah seperti daging sapi, kambing, domba, dll. dapat memberikan nutrisi yang berguna bagi tubuh.

Melansir Medical News Today, daging mengandung vitamin B-12, mineral zat besi, dan zinc yang baik untuk memproduksi sel darah merah.

Daging juga kaya akan protein yang diperlukan tubuh untuk membangun otot, tulang, jaringan, dan menunjang kinerja enzim.

Banyak yang Tidak Tahu, Jangan Langsung Simpan Daging Kurban di Freezer, Kualitas Akan Menurun

Promo Superindo 30 Juli - 2 Agustus 2020, Ada Super Diskon Ulang Tahun, Simak Daftar Lengkapnya

Dede Sunandar Banting Setir Jualan Mi Ayam Buat Bayar Utang, Sule Kaget Tahu Harga Semangkoknya

Cerita Susah Sinyal dari Bawang Batang, Sofiatun dkk Sampai Naik Atap Ikuti PJJ

Kendati punya manfaat bagi tubuh, konsumsi daging tak boleh berlebihan.

Melansir Eat This, sejumlah organisasi kesehatan memberikan rekomendasi batas aman konsumsi daging merah.

Ahli dari World Cancer Research dan American Institute for Cancer Research menyarankan makan daging idealnya cukup tiga kali seminggu dengan porsi 300-500 gram untuk seminggu.

Makan daging berlebihan bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh, terutama untuk jangka panjang.

Berikut bahaya terlalu banyak makan daging bagi kesehatan:

Lemak jenuh dan kolesterol tinggi

H

Ilustrasi daging kambing mentah bagian kaki. (SHUTTERSTOCK/MIRONOV VLADIMIR) 

Sejumlah studi menunjukkan, terlalu banyak makan daging dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menurut para ahli dari American Heart Association, daging merah memiliki lebih banyak lemak jenuh daripada sumber protein lain, seperti ayam, ikan, atau kacang-kacangan.

Penumpukan lemak jenuh dan lemak trans di tubuh bisa membuat kadar kolesterol tinggi.

Seperti diketahui, kadar kolesterol tinggi adalah pemicu penyakit jantung.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved