Breaking News:

Berita Semarang

Dua Terdakwa Anggota Ormas di Semarang Akui Pukul Rio Warga Jalan Suhada Barat

Sidang kasus pengeroyokan oleh 11 orang anggota sebuah ormas terhadap Rio Saputra kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang

Penulis: m zaenal arifin | Editor: abduh imanulhaq
GOOGLE
Ilustrasi pemukulan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang kasus pengeroyokan oleh 11 anggota sebuah ormas terhadap Rio Saputra kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (25/8/2020).

Rio adalah warga Jalan Suhada Barat II, Kelurahan Tlogo Kulon, Pedurungan, yang menjadi korban pengeroyokan pada 25 April 2020 sekitar pukul 21.30 WIB.

Sidang kali ini beragendakan pemeriksaan tiga orang terdakwa yaitu Muh Abdul Ajis, Dinar Teguh Prabowo dan Eko Riyadi.

Adapun terdakwa lain disidangkan dengan berkas terpisah.

Inilah Sosok 3 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Semarang dan Pemalang

Viral Pria Magelang Hilang di Hutan Bambu Seusai Mandi di Sungai, Hanya Bisa Dilihat Ibunda

Ganjar Pranowo Minta Tentrem Mall Semarang Ditutup Dulu Kalau Tidak Siap Hadapi Pengunjung

Ini Janji Tegas Kapolrestabes Semarang Bagi Siapapun yang Kedapatan Bawa Sajam

Dalam keterangannya secara virtual, Muh Abdul Ajis dan Dinar Teguh Prabowo, mengakui melakukan pemukulan satu kali terhadap Rio Saputra di rumah korban.

"Iya saya melakukan pemukulan satu kali dan mengenai badan korban. Kemudian pemukulan dilakukan teman-teman lain," kata Muh Abdul Ajis dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Rohmad.

Dia menyatakan pemukulan dilakukan karena terpancing emosi atas penyelesaian perkara oleh korban yang sudah menjelek-jelekkan nama ormas yang diikutinya.

Tujuannya ingin memberi pelajaran kepada korban.

Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh Dinar Teguh Prabowo.

Ia mengakui memukul korban menggunakan tangan kosong dan mengenai badan sekali.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved