Breaking News:

Berita Temanggung

Nasib Sedih Petani Tembakau Temanggung, Harga Anjlok Diperparah Serapan di Pasaran Rendah

Sejumlah petani tembaku di lereng Gunung Sindoro Kabupaten Temanggung sedikit mengerutkan dahi.

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Sejumlah petani tembaku di lereng Gunung Sindoro Kabupaten Temanggung sedikit mengerutkan dahi.

Meski panen berjalan lancar, dan kualitas tembakau dirasa baik, namun serapan pasar tak seperti tahun lalu.

Pasalnya, daya beli pabrik rokok besar maupun industri rumahan menurun 20 persen lebih.

Demi Nama Baik TNI AD, Jenderal Andika Perkasa Rogoh Kocek Pribadi Ganti Rugi Korban Ciracas

Tagar Melisa Trending di Twitter, Kisah Pilu ARMY Fans BTS yang Bunuh Diri karena Dibenci Ayahnya

Karno Nasi Goreng SGG Kalibanteng Semarang Berjualan Lagi Setelah Gerobaknya Rusak Ditabrak Mobil

Warga Sudah Teriaki Sopir Gran Max yang Kecelakaan Tertabrak Kereta Barang di Jerakah Semarang

Ditambah turunnya harga jual tembakau yang mencapai 30 persen lebih, membuat wajah para petani tembakau semakin muram.

Pardi, petani tembakau asal Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung satu di antaranya.

Ia mengaku karena serapan pasar tak maksimal, banyak petani menimbun tembakau di rumah atau gudang masing-masing.

"Di masa panen terakhir ini, belum juga ada ada pembeli.

Padahal tembakau sudah kami olah, dan pengelohan tersebut juga membutuhkan biaya," paparnya saat ditemui Tribunjateng.com di ladang tembakau milik Pardi di lereng Gunung Sindoro, Minggu (6/9/2020).

Diterangkan Pardi, harga tembakau kering tahun lalu bisa mencapai Rp 80 ribu setiap 1 kilogram, namun tahun ini anjlog di angka Rp 50 ribu.

"Sudah harga turun, pembeli tidak ada.

Halaman
123
Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved