Breaking News:

Berita Semarang

Susiwati Butuh 3 Tahun Berinovasi hingga Jadi Produk Mokaf Cheese Stick

Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Semarang menggelar lomba olah pangan berbahan baku singkong.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Semarang menggelar lomba olah pangan berbahan baku singkong.

Lomba ini diinisiasi oleh salah satu penggerak UMKM di Kota Semarang, Sukaton yang juga merupakan pemilik usaha legendaris Lumpia Mataram.

Ada 68 peserta yang terlibat dalam ajang lomba ini.

Demi Nama Baik TNI AD, Jenderal Andika Perkasa Rogoh Kocek Pribadi Ganti Rugi Korban Ciracas

Tagar Melisa Trending di Twitter, Kisah Pilu ARMY Fans BTS yang Bunuh Diri karena Dibenci Ayahnya

Pesan Bupati Kendal Mirna Annisa Seusai Tak Bisa Maju pada Pilkada 2020

Sekali Temani Reino Barack Urus Bisnis, Syahrini Dapat Uang Jajan 3 Kali Lipat Manggung

Sukaton menyebutkan, mereka telah melewati tiga tahap yang berlangsung sejak bulan Agustus 2020 lalu.

"Hari ini merupakan acara grand final dari lomba yang kami selenggarakan.

Setiap tahap sebelumnya kami ambil tujuh terbaik.

Ini kami pilih lagi juara satu sampai tiga," ungkapnya di sela-sela acara grand final yang digelar di Kolonial Kitchen jalan MT Haryono Semarang, Minggu (6/9/2020) yang juga tampak dihadiri Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Sukaton menjelaskan, ajang ini digelar sebagai upaya untuk menggalakkan kreativitas di Kota Semarang.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, menurutnya, merupakan sebuah tantangan untuk terus berinovasi.

"Kami berharap UMKM di Kota Semarang ini terus maju dan berinovasi," ujarnya.

Seorang peserta, Susiwati pelaku usaha Soes Chake and Bakery di Semarang Selatan tampak berantusias mengikuti lomba.

Ia yang memiliki produk Mokaf Cheese Stick menuturkan, butuh waktu kurang lebih selama tiga tahun untuk berinovasi membuat produk berbahan singkong tersebut.

"Butuh waktu 3 tahun menemukan inovasi ini agar dapat dipakai untuk khalayak umum.

Kesulitan kami terkait pencampuran bahan, inginnya kami tepung mokaf yang lebih besar cuma sementara ini dengan proses penggilingan segala macam harus tetap dibantu gluten sehingga untuk tepung mokaf masih sekira 30 persen.

Kami senang mengikuti event ini untuk melihat teman dan ancang-ancang ke depan dalam berinovasi," tukasnya. (idy)

Jagoan PDIP dan PPP di Pilkada Kendal 2020 Resmi Mendaftar di KPU

Wawali Semarang Datangi Rumah Mbah Ginem Penjual Jajanan yang Uang Hasil Dagangannya Dibawa Penipu

Jelang Liga 1 2020 Dilanjutkan Apakah PSIS Semarang Gelar Uji Coba? Ini Kata Liluk

Modal Usaha Dimyati Dibawa Kabur Orang Sampai ke Telinga Kapolres Kebumen, Langsung Diganti

 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

 

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved