Berita Duka
Kabar Duka, Dokter Daniel Pemilik Bandeng Presto Juwana Elrina Semarang Meninggal Dunia
Pemilik Bandeng Presto Juwana Elrina, Dokter Daniel Nugroho Setiabudhi, meninggal dunia hari ini, Rabu (9/9/2020).
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemilik Bandeng Presto Juwana Elrina, Dokter Daniel Nugroho Setiabudhi, meninggal dunia hari ini, Rabu (9/9/2020).
Daniel yang pernah menjabat Kepala Rumah Sakit Kusta Jawa Tengah (1970-1990) ini dikenal sebagai sosok yang ramah.
Satu di antara karyawan di Toko Bandeng Juwana Elrina Cabang Pandanaran, Fahmi Hidayat, menuturkan bahwa Dokter Daniel selalu bersikap baik dan ramah kepada para karyawannya.
“Pak Daniel itu ramah sekali. Setiap Lebaran beliau selalu memberikan ucapan selamat Lebaran kepada saya,” ungkap Fahmi kepada Tribunjateng.com.
• Kisah Inspiratif Dokter Daniel Semarang Kembangkan Usaha Bandeng Presto Juwana Elrina
• Bupati Mirna Akui Gajinya Tak Cukup Bayar Mahar Partai
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Seorang Mahasiswa Kecelakaan di Mijen Semarang Meninggal di RS
• Update Kecelakaan Maut di Tol Boyolali: Keluarga Belum Ada yang Datang, Polisi Telusuri Kontak HP
Fahmi nyaris setiap hari bertemu dengan Daniel.
Sang pemilik itu setiap pagi dan sore hari selalu mengunjungi toko bandengnya.
Juru parkir di Toko Bandeng Juwana Elrina Pandanaran, Umar, juga menyebut Daniel sebagai sosok yang ramah.
Dia sudah bekerja menjadi juru parkir di lokasi ini lebih dari 10 tahun ini.
Setiap hari selalu bertemu dengan Daniel, terutama pada malam hari sebelum tutup toko.
“Saya ketemu terakhir dengan Pak Daniel pada hari Minggu lalu. Saya juga kaget tiba-tiba mendengar kabar Pak Daniel meninggal hari ini,” tutur Umar.
Dalam wawancara khusus dengan Tribun Jateng pada akhir Juli 2015, Dokter Daniel Nugroho Setiabudhi menyatakan masih aktif di berbagai kegiatan sosial.
Sebagai pimpinan Balai Pengobatan Bethesda yang berada di Jalan Sompok Lama 8, ia tetap melayani pengobatan masyarakat yang tidak mampu di usianya yang senja.
"Saya senang bertemu dan berkenalan dengan banyak orang, termasuk mengobati pasien yang tidak mampu," ujarnya.
Di luar itu, Daniel juga aktif di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Peterongan dan melakukan pelayanan keagamaan di mana-mana.
"Semua orang tentu ingin hidup enak, mati masuk surga, itu juga kemauan saya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dokter-daniel-bandeng-presto-meninggal.jpg)