Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

2 Pemuda Wonogiri Tersengat Listrik Saat Main Layang-layang Hingga Trafo Meledak, Berakhir Begini

Nasib malang menimpa dua orang pemuda asal Dusun Watuploso RT 03 RW 01, Desa Domas, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri.

Editor: galih permadi
Unsplash/sanjoy saha
Ilustrasi layangan putus. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI- Nasib malang menimpa dua orang pemuda asal Dusun Watuploso RT 03 RW 01, Desa Domas, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri.

Fajar Giri Saputra dan Ariyanto tersengat listrik saat bermain layangan.

Kejadian bermula saat Fajar menerbangkan layangan di jalan Watuploso, yang tak jauh dari rumahnya, pada Rabu (16/9/2020).

Magelang Sempat Memanas, Ormas Nyaris Bentrok dengan Peserta Deklarasi KAMI Dihadiri Gatot Nurmantyo

Kemenkeu bakal Ladeni Gugatan Putra Presiden Soeharto soal Pencekalan

Kecelakaan Adu Banteng Motor Vario Vs Beat di Pekalongan, Ini Kronologinya

Bambang Trihatmodjo Suami Mayangsari Dicekal ke Luar Negeri, Putra Soeharto Harus Bayar Utang

"Korban ini menerbangkan layangan yang diberi ekor dari kertas alumunium foil," kata Kapolsek Bulukerto AKP Diatno , Jumat (18/9/2020).

Namun korban tak waspada karena di sekitarnya yang terdapat jaringan listrik PLN.

Hingga akhirnya layangan korban tersangkut di jaringan listrik pinggir jalan.

"Korban kemudian memegang ekor layangan tersebut, lalu dia tersengat aliran listrik," jelasnya.

Melihat korban tersengat aliran listrik, teman korban bernama Ariyanto, berniat menyelamatkan korban.

Namun nahas, korban justru ikut tersengat listrik.

Akibatnya kedua tangan korban melepuh dan sempat tak sadarkan diri.

"Kedua korban langsung dilarikan ke Poliklinik di Desa Tanjung, Kecamatan Bulukerto," terangnya.

Dikatakan, beruntung nyawa korban dapat diselamatkan.

"Setelah kedua korban sadar, langsung diperbolehkan pulang.

Trafo Meledak

Akibat tersangkut layangan, trafo listrik milik PLN di Dusun Watuploso RT 03 RW 01, Desa Domas, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri sempat meledak.

Menurut Kapolsek Bulukerto AKP Diatno, kejadian tersebut membuat aliran listrik di sekitar lokasi padam.

"Ya dari keterangan Kepala Desa Domas, listrik sempat padam beberapa waktu," katanya kepada TribunSolo.co, Jumat (18/9/2020).

Kejadian tersebut bermula saat seorang pemuda warga sekitar bernama Fajar Giri Saputra menerbangkan layangan yang diberi ekor dengan kertas kertas alumunium foil.

Namun saat tengah asyik menerbangkan, layangannya jutru tersangkut di jaringan listrik.

Berusaha mengambil layangannya, korban memenggang ekor layangan tersebut dan tersengat listrik.

Melihat korban tersengat aliran listrik, teman korban Ariyanto, berniat menyelamatkan korban.

Namun nahas, korban justru ikut tersengat listrik.

Akibatnya kedua tangan korban melepuh dan sempat tak sadarkan diri.

Tragedi Layangan di Solo

Tragedi memilukan menimpa seorang pemotor Kawasaki Ninja, YBS (21) yang tewas usai benang layangan putus menyayat lehernya hingga putus saat tengah melintas, Kamis (11/6/2020).

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Tangkuban Perahu, depan kantor Pos Mojosongo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Korban adalah pemuda warga RT 2 RW 7, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari yang tengah memacu kuda besinya tersebut.

Lantas bagaimanakah kronologinya?

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Afrian Setya Permadi menyampaikan kejadian di Jalan Tangkuban Perahu, tepatnya depan kantor Pos Mojosongo terjadi sekira pukul 14.30 WIB.

Korban diketahui menaiki sepeda motor Kawasaki Ninja bernomor polisi AD-2393-QF berwarna hijau.

"Semula korban berjalan dari arah selatan ke utara," terang Afrian.

"Saat melaju tersebut, ada benang layangan yang melintang di tengah jalan, itu kemudian menyayat leher korban," tambahnya.

Dikatakan, benang layangan itu membuat urat di leher korban putus, sehingga seketika itu membuat korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya.

Bahkan saat itu darah terus keluar dari bagian leher yang terluka cukup serius karena nyaris putus.

"Korban hanya sendiri saat kejadian, menurut saksi mata korban mengendari kendaraannya dalam kecepatan sedang," jelas Afrian.

"Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dr Moewardi, dan meninggal dunia di rumah sakit," tambahnya.

Adapun Keluarga korban kemudian langsung tiba mengurus segala keperluan pemulasaraan jenazah korban.

"Dimakamkan belum, keluarga baru datang dari Semarang, keluarga juga sudah datang ke kantor untuk mengurus jasa raharja," tutur dia.

Afrian mengaku itu merupakan kasus pertama yang dilaporkan ke Polresta Solo.

"Setahu saya, ini yang pertama mudah-mudahan tidak ada lagi," akunya.

Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, yakni benang dan sepeda motor korban.

"Benangnya kira-kira sepanjang 3 meteran ada," kata Afrian.

Atas kejadian tersebut, Afrian mengimbau masyarakat tidak bermain layangan di tengah jalan.

"Saya imbau kepada masyarakat jangan main layangan di jalan, lebih baik di lapangan atau di lahan terbuka luas, jangan di jalan," ujar dia.

"Itu tidak hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Gegara Layangan Tersangkut di Jaringan Listrik, Trafo PLN Sempat Meledak, Beruntung 2 Pemuda Selamat

7 Guru SD di Cilacap Positif Covid-19, Berawal dari Menantu yang Pulang Kampung

Korban Mutilasi Punya Istri Seorang Pramugari

Bukan Dibegal, Polisi Briptu Andry Tewas Bersimbah Darah Akibat Kecelakaan Tabrak Lari Anggota TNI

Jaksa Pinangki Diduga Minta Uang DP ke Djoko Tjandra Urus Proposal Fatwa ke MA, Jumlahnya Fantastis!

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved