Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Balas Armenia, Roket Azerbaijan Hujani Kota Utama Karabakh

Pasukan Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam pertempuran yang makin sengit dalam 2 hari terakhir, Sabtu (3/10) dan Minggu (4/10).

Editor: Vito
AFP
Seorang petugas polisi berjalan di depan sebuah gedung apartemen yang diduga rusak akibat penembakan baru-baru ini di kota utama Stepanakert di wilayah Nagorno-Karabakh, Sabtu (3/10), selama pertempuran yang sedang berlangsung antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah yang disengketakan. 

TRIBUNJATENG.COM, STEPANAKERT - Pasukan Azerbaijan pada Minggu (4/10) menembaki Stepanakert, kota utama di wilayah Nagorno-Karabakh. Peristiwa itu disampaikan pejabat Armenia saat pertempuran memasuki minggu kedua.

Pasukan Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam pertempuran yang makin sengit dalam 2 hari terakhir. Di Stepanakert, jurnalis AFP di lokasi mendengar suara sirene sekitar pukul 09.30 siang yang diikuti beberapa ledakan. Listrik di kota itu juga padam.

"Pasukan Azerbaijan menembaki target sipil di Stepanakert dengan roket-roket," ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan, kepada AFP.

Sementara itu, pihak berwenang Azerbaijan mengatakan, mereka melakukan tindakan balasan setelah tembakan roket oleh separatis Armenia di Stepanakert.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan di Baku menyatakan, angkatan bersenjata Armenia menembakkan roket ke Kota Terter dan Horadiz di wilayah Fizuli dari Stepanakert.

Pihak berwenang Armenia mengatakan, Azerbaijan melancarkan serangan baru berskala besar pada Sabtu (3/10).

Diberitakan AFP, pada Sabtu pasukan separatis yang didukung Armenia memukul mundur serangan besar-besaran Azerbaijan, dan melancarkan serangan balasan, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Shushan Stepanyan. "Pertempuran sengit sedang berlangsung di sisi lain," tulisnya di Facebook.

Pemimpin separatis Karabakh, Arayik Harutyunyan menyatakan, pertempuran final sedang berlangsung dengan pasukan Azerbaijan.

"Bangsa dan Tanah Air berada di bawah ancaman. Waktunya telah tiba bagi seluruh bangsa untuk menjadi tentara yang kiat," katanya, kepada wartawan sebelum bergabung dengan pasukan di medan perang.

Sementara itu juru bicara militer Karabakh, Suren Sarumyan menerangkan, pasukan Azerbaijan yang memakai armada angkatan udara, drone, dan tank mendapat perlawanan heroik dari pejuang separatis.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim pasukannya telah merebut pijakan baru (di Karabakh) dan membersihkan wilayah itu dari pasukan musuh.

Akibat bentrok pada Sabtu lalu, Pejabat Nagorno-Karabakh, Grigory Martyrosyan berujar kepada wartawan, bangunan umum, rumah, dan infrastruktur rusak" dalam serangan itu, tetapi belum ada rencana untuk mengevakuasi penduduk kota.

Satu bangunan yang rusak paling parah adalah kantor Kementerian Situasi Darurat, yang mengurusi layanan penyelamatan dan pemadam kebakaran. "Azerbaijan terus menargetkan infrastruktur sipil," kata Beglaryan, dikutip dari AFP.

Armen Muradyan, eks Menteri Kesehatan Armenia, yang bekerja sebagai dokter sukarela di Nagorno-Karabakh, menerangkan, banyak korban dari warga sipil dirawat karena luka pecahan peluru. Daerah itu kekurangan sumber daya, dan membutuhkan lebih banyak persediaan medis serta dokter.

Drone berseliweran di atas kota selama berhari-hari, dan suara berdengungnya yang khas terdengar setiap malam. Penerangan umum dimatikan dan warga menutup tirai secara hati-hati, agar cahaya tidak tampak dari luar rumah mereka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved