Balas Armenia, Roket Azerbaijan Hujani Kota Utama Karabakh
Pasukan Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam pertempuran yang makin sengit dalam 2 hari terakhir, Sabtu (3/10) dan Minggu (4/10).
Alarm bom berbunyi beberapa kali sehari, membuat penduduk bergegas ke tempat penampungan. Akan tetapi, di saat beberapa warga sudah mengungsi, orang di Stepanakert terus dilanda kepanikan.
Pertempuran terbaru yang pecah sejak Minggu (27/9) lalu itu menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade, dan telah merenggut 240 nyawa termasuk lebih dari 30 warga sipil.
Pertempuran terus berlangsung meski ada seruan internasional kepada dua negara bertetangga itu, untuk menghentikan bentrokan dan memulai pembicaraan. Sebab, dikhawatirkan pertempuran ini dapat meluas menjadi perang multi-negara yang menyedot kekuatan regional Turki dan Rusia.
Pasukan Armenia dan Azerbaijan tampaknya mengabaikan seruan untuk melakukan gencata yang diutarakan oleh Amerika Serikat (AS), Perancis, dan Rusia.
Presiden Perancis Emmanuel Macron juga telah memperingatkan Turki, yang mendukung Azerbaijan, terhadap dugaan pengerahan milisi dari Suriah ke area konflik Karabakh. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah menawarkan diri menjadi penengah perundingan damai. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-kota-stepanakert-akibat-perang.jpg)