Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Para Perawat Asal Indonesia Jadi Pahlawan di Negeri Paman Sam, Ini Kisah Mereka

Beberapa dari mereka mengutarakan bagaimana mereka bekerja di tengah pandemi virus corona di Negeri "Unlce Sam.

Kompas.com/Istimewa
Perawat perempuan Indonesia memberikan sumbangsih di negara bagian California, Amerika Serikat. (KJRI LA) 

TRIBUNJATENG.COM, LOS ANGELES - Pandemi Covid-19 melanda dunia sejak awal tahun ini.

Amerika Serikat (AS) adalah salah satu negara yang paling terdampak.

Peran pekerja medis tentu menjadi pusat dan sosok yang ditempatkan sebagai garda terdepan perlawanan.

Gara-gara Ingin Ambil Bangkai Ular, 2 Pria Gunungpati Semarang Tewas di Dalam Sumur Sedalam 15 Meter

Doddy Ngamuk Hajar Bocah 8 Tahun Gara-gara Emosi Tak Terima Ayahnya Dimaki Dengan Kata Tak Pantas

Tak Banyak yang Tahu, Seperti Ini Masa Lalu Nathalie Holscher Pacar Sule, hingga Dijuluki Ratu Amer

Klasemen Liga Spanyol Setelah Barcelona Kalah, Real Madrid Menduduki Posisi Puncak

Hari ini, Indonesia patut berbangga karena rupanya tidak sedikit perempuan Indonesia yang berprofesi sebagai perawat, memberikan kontribusinya sebagai 'pahlawan' di tengah pandemi.

Kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2020), Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Los Angeles, AS berkesempatan berjumpa dengan beberapa perawat asal Indonesia.

Beberapa dari mereka mengutarakan bagaimana mereka bekerja di tengah pandemi virus corona di Negeri "Unlce Sam.

Raffie Setiabudi misalnya, seorang perawat yang telah berkiprah setidaknya 30 tahun di AS, menjelaskan bahwa pandemi khususnya di negara bagian California selatan cukup memprihatinkan.

"Sebelum pandemi, dalam kurun waktu enam tahun, hanya satu pasien yang meninggal tetapi di masa pandemi sekurangnya, 3 orang meninggal dunia setiap harinya."

Siti Jayanti, Licensed Vocational Nurses (LVN) menambahkan bahwa sekurangnya, sebanyak 50 orang di sekitarnya terinfeksi Covid-19.

Kebanyakan dari orang-orang itu tidak bergejala dan terkadang menyulitkan pengobatan juga pemulihan.

Menurut Siti juga, situasi pandemi membuat rasa cemas tumbuh luar biasa.

"Kalau harus bekerja di unit isolasi, (saya) selalu menangis dan tidak putus berdoa meminta perlindungan Tuhan."

Kecemasan yang sama juga dirasakan oleh keluarga Herlina Habib, perawat lainnya yang bekerja di rumah sakit California.

Dia mengaku, setiap selesai bertugas, suaminya meminta agar dia membersihkan tubuhnya di ruangan terpisah dari yang biasa dipakai anggota keluarga.

Mewakili KJRI Los Angeles, Ibu Dyah Krisnawan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) menyampaikan apresiasinya terhadap para pekerja medis perempua di California selatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved