Berita Pekalongan
Covid-19 Masih Mewabah, PMI Kabupaten Pekalongan Gencar Semprotkan Disinfektan
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona atau
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Seperti yang dilakukan di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2020) siang.
M Tondy P relawan PMI mengatakan, penyemprotan gencar dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
• Heboh Lintang Kemukus Bersinar Terang di Langit Foto-fotonya Dibagikan Netizen
• Faisal Basri Sebut Omnibus Law UU Cipta Kerja Salah Resep, Luhut: Pusing Dengerin Dia Ngomong
• Jangan Hanya yang di Lapangan, PBNU Minta Polisi Tangkap Dalang Rusuh di Demo Tolak UU Cipta Kerja
• Kawanan Monyet Alas Roban Turun Ke Jalan Pantura Batang, Warga Sebut Ada Pertanda Buruk
Di Kabupaten Pekalongan sendiri, berdasarkan mencatat dari Dinas Kesehatan ada penambahan jumlah kasus positif terpapar Covid-19.
"Banyak masyarakat yang meminta kepada PMI untuk melakukan penyemprotan di lingkungan.
Karena, untuk mencegah penyebaran virus corona," kata Tondy kepada Tribunjateng.com usai melakukan penyemprotan di Perumahan Puri Sejahtera Asri (PSA) 2, Desa Wangandowo, Bojong.
Dirinya mengungkapkan, setiap hari PMI bisa melakukan penyemprotan di lingkungan masyarakat sebanyak 5x.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan rajin cuci tangan," ungkapnya.
Sementara itu, Huda ketua RT perumahan setempat mengatakan, penyemprotan disinfektan ini merupakan kegiatan rutin dari perumahan.
"Pasca new normal, setiap dua bulan sekali kami selalu melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh rumah yang ada di perumahan," katanya.
Menurutnya, tujuan dari penyemprotan ini untuk mencegah penyebaran virus corona khususnya di perumahan PSA 2.
"Pada saat awal muncul virus corona, kami setiap minggu pasti melakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian, melakukan pengetatan di lingkungan perum dan meminta warga untuk menyediakan tempat cuci di setiap rumah," ujarnya.
Dirinya, mengimbau kepada warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan rajin cuci tangan.
Dilansir dari laman https://corona.pekalongankab.go.id/ hingga Minggu (11/10/2020) pada pukul 10.09 WIB total kasus terkonfirmasi mencapai 240 kasus.
Dengan rincian jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Pekalongan ada 621 orang, 620 orang selesai pemantauan dan 1 orang meninggal dunia.