Berita Semarang
Pemotor di Semarang yang Tertimpa Pohon Angsana 3 Hari Lalu Masih Dirawat di Rumah Sakit
Dua orang yang berboncengan mengendarai sepeda motor di Kota Semarang menjadi korban tumbangnya pohon Angsana di Jalan Kolonel Sugiono pada Kamis (15/
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua orang yang berboncengan mengendarai sepeda motor di Kota Semarang menjadi korban tumbangnya pohon Angsana di Jalan Kolonel Sugiono pada Kamis (15/10/2020) lalu.
Tumbangnya pohon setinggi sekitar 10 meter tersebut diduga karena hujan dan angin kencang yang terjadi pada malam harinya.
Satu di antara pengendara bernama Marfuah (43), warga Rusun Bandarharjo, terluka parah di bagian kepala, tangan dan punggung akibat diduga tertimpa dahan pohon dan terbentur jalan.
Baca juga: Tersangka Pembunuh Bocah Beserta Pemerkosa Ibunya Tewas di Sel Tahanan Mapolres
Baca juga: Sule Merasa Nathalie Holscher Tak Seperti Dulu: Kok Aku Sedih Ya. . .
Baca juga: Syahnaz Sadiqah Ngaku Stres 15 Ekor Ular Ditemukan Kawasan Rumahnya, Ada Biawak Juga
Baca juga: 7 Kapolres Pindah Tugas, Ini Nama Jajaran Polda Jateng dalam Mutasi Polri Terbaru
Sedangkan keponakannya yang dibonceng, Dyah Riski (18) mengalami luka ringan di bagian kaki.
Marfuah yang sempat ditangani oleh tenaga medis dari Ambulance Hebat akhirnya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang.
Dari penuturan satu di antara anggota keluarganya, Rima (29), Marfuah masih terbaring di rumah sakit tersebut hingga Minggu (18/10/2020) pagi ini.
“Dari ceritanya, dia kesakitan di bagian punggung.
Karena mengalami retak di tulang rusuk, dari pihak rumah sakit mengatakan bahwa bibi saya akan dioperasi,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.
Sementara itu, Tribunjateng.com mencoba menghubungi pihak RSUP Kariadi Semarang untuk mengetahui perkembangan terkini terkait kondisi korban.
“Untuk kondisi saat ini stabil.
Rencana operasi masih menunggu hasil pemeriksaan penunjang,” ujar Humas RSUP Kariadi Semarang, Parna.
Dari pemeriksaan penunjang biasanya pasien akan dilakukan pemeriksaan laboratorium, di antaranya cek darah dan CT scan atau foto.
Di sisi lain, Disperkim Kota Semarang selaku pihak yang berwenang menangani pohon yang ada di tempat umum akan mengecek kondisi korban.
“Saya sedang koordinasi dengan anak buah saya, Hari Senin apakah sudah ada yang kesana atau belum,” ungkap Kepala Disperkim Kota Semarang Ali.
Sebagai informasi, pohon yang tumbang pada waktu itu juga posisinya sempat menutupi seluruh jalan sehingga menutup total akses menuju arah Jembatan Berok.
Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat.
Polisi dan pegawai kelurahan setempat juga terlihat berada di lokasi.
Saksi mata kejadian melihat posisi korban saat itu berada di bawah pohon dan terjepit.
“Saya mendengar suara orang berteriak, kemudian langsung ke luar rumah.
Korban terjepit di antara dahan pohon, diduga tertimpa pohon,” ujar Moch Rosyidi, warga sekitar.
Pohon yang melintang kemudian dapat dievakuasi atau digeser ke tepi jalan agar akses jalan kembali terbuka.
Anggota Sarda Jateng juga sempat melakukan evakuasi pohon yang tumbang dengan memotong-motong batang pohon sembari menunggu petugas dari Disperkim Kota Semarang tiba. (tribunjateng/rez)
Baca juga: Dirut PT Ganesha Pondasi Jaya Karya Pengemplang Pajak Segera Disidangkan di PN Semarang
Baca juga: Akhir 2020 Ditarget Mulai Groundbreaking Pembangunan Pusat MICE Futuristik di PRPP Semarang
Baca juga: Wabup Pati Tekankan Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan bagi Pekerja
Baca juga: Bupati Beri Lampu Hijau Tempat Hiburan Malam di Banyumas Dibuka Kembali