Berita Regional
Ancaman Megawati Soekarnoputri ke Kader PDIP Bermuka Dua: Bismillah Pecat, Beres!
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengakuan. Ia akhir-akhir ini banyak melakukan pemecatan terhadap kadernya
TRIBUNJATENG.COM - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengakuan.
Ia akhir-akhir ini banyak melakukan pemecatan terhadap kadernya karena melanggar aturan partai.
"Saya hari-hari ini melakukan pemecatan banyak banget."
Baca juga: 2 Kecelakaan Beruntun di Tol Jakarta-Cikampek di Hari Pertama Libur Panjang Cuti Bersama
Baca juga: Benarkah Natasha Wilona Pacaran Sama Pebulutangkis Kevin Sanjaya Minions? Ini Jawaban Wilo
Baca juga: Di Balik Kisah Jati Tua Denok di Hutan Blora: Putri Gumeng Tolak Lamaran Raja
Baca juga: Kecelakaan di Jalan Pandanaran Semarang, Pemotor Tergeletak Lama di Jalan
"Boleh tanya sama Sekjen. Kenapa? Ya kalau tidak menurut aturan partai, tentu ketua umum memecat."
"Mau digugat silakan, tapi sampai hari ini insyaAllah nggak ada yang gugat, karena tahu alasan kenapa dipecat yaitu melanggar aturan partai," ujar Megawati dalam acara peresmian 13 kantor partai, patung Soekarno, dan sekolah partai, secara virtual, Rabu (28/10/2020).
Dia menegaskan tak akan segan memecat kadernya yang enggan memenangkan paslon yang diusung PDIP jelang Pilkada Serentak 2020.
"Hari ini 2020 kan pilkada.
Bayangkan terus nggak mau bergerak, nggak mau memenangkan, itu tugas partai politik lo.
Saya katakan partai politik adalah alat perjuangan.
Jangan lupa. Bukan untuk mencari nafkah, monggo kalau mau mencari nafkah pasti dijebloskan ke KPK," kata dia.
Presiden ke-5 RI tersebut mengatakan dirinya selalu mengamati anak buahnya atau kadernya.
Meski tak pernah bertemu, dia mengingatkan kadernya bahwa dirinya akan tahu siapa yang bekerja dan yang tidak bekerja.
Di sisi lain, Megawati juga menyayangkan kader-kadernya yang tidak mendapatkan rekomendasi kemudian mengundurkan diri dari partainya.
Megawati menegaskan bahwa pihaknya memilih calon dari bawah dan secara demokratis.
Meski para kader yang mengundurkan diri merasa mampu maju, namun Megawati memilih berdasarkan permintaan dari bawah.