Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Barack Obama: Joe Biden Saudara Saya, Dia Akan jadi Presiden yang Hebat

Barack Obama dan Joe Biden berkampanye bersama untuk pertama kalinya Sabtu (31/10/2020) semenjak Biden mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden Amer

Editor: m nur huda
Jim WATSON / AFP
Mantan Presiden AS Barack Obama (kiri) bergabung dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden pada acara kampanye di Flint, Michigan, pada 31 Oktober 2020. 

TRIBUNJATENG.COM - Barack Obama dan Joe Biden berkampanye bersama untuk pertama kalinya Sabtu (31/10/2020) semenjak Biden mengumumkan pencalonannya sebagai Presiden Amerika Serikat 2020.

"Joe Biden adalah saudara saya," ujar Obama dari atas panggung di Flint, Michigan.

"Dia akan menjadi presiden yang hebat."

Baca juga: Poling Terkini Pilpres AS: Joe Biden Raih 52 Persen Donald Trump 43 Persen

Baca juga: Serangan Teroris Tewaskan 7 Orang di Austria, Ledakan Diri saat Disergap Polisi

Baca juga: Sudah Diteken Presiden Jokowi, Ini Link Draf UU Cipta Kerja

Baca juga: Hasil & klasemen Liga Inggris Seusai Leeds vs Leicester City: The Foxes Gusur Tottenham

Dilansir Independent, Obama mengatakan ia bahwa baru mengenal Biden 12 tahun yang lalu, saat dia memilih Biden sebagai wakil presiden.

Namun Obama hormat kepadanya karena "rasa dirinya, empati dan kesopanannya".

Obama berkata, "Selama delapan tahun Joe adalah orang terakhir di ruangan itu ketika saya membuat keputusan, dan dia menjadikan saya presiden yang lebih baik."

"Dan dia akan menjadi presiden yang hebat."

"Saya tidak pernah berpikir Donald Trump akan menerima visi saya."

"Tapi saya berharap, demi negara, dia akan menunjukkan ketertarikan pada pekerjaan itu, atau setidaknya menganggap serius pekerjaan itu."

"Tapi dia tidak pernah melakukannya."

Obama beranggapan bahwa Trump tidak menganggap presiden adalah pekerjaan serius, lebih serius daripada reality show.

Obama merujuk jumlah kematian Covid, tingkat pengangguran, dan fakta bahwa minggu ini terjadi rekor lonjakan kasus baru.

Di sisi lain, presiden terus mengecilkan pandemi dan bersikeras AS telah "berbalik arah" dari pandemi.

"Argumen penutupnya minggu ini adalah bahwa media terlalu fokus pada Covid. Dan sekarang dia menuduh dokter terlalu membesar-besarkannya, karena mereka akan menghasilkan uang darinya," lanjut Obama.

"Dia tidak bisa memahami bahwa orang mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu orang lain."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved