Berita Semarang

Wajah Preman Kuningan Semarang Utara Bacok Kepala Tetangga, Korban Dapat 10 Jahitan

Polisi telah menangkap preman kampung Kuningan Semarang Utara sebagai pelaku pembacokan kepala tetangga.

Istimewa
Wajah pelaku pembacokan di Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang, usai ditangkap Tim Resmob Elang Utara Minggu (15/11/2020) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi telah menangkap preman kampung Kuningan Semarang Utara sebagai pelaku pembacokan kepala tetangga.

Diberitakan sebelumnya, pembacokan terjadi di Jalan Kakap 2, Kuningan, Semarang Utara, Kota Semarang pada Minggu (15/11/2020) sekitar pukul 01.30 WIB.

Seorang pria warga setempat membacok korban yang merupakan tetangganya sendiri hingga korban mengalami luka di kepala.

Baca juga: Ini Cara Mudah Keluar dari Google Classroom di PC maupun HP

Baca juga: UKSW Salatiga Gelar Diskusi: Butuh Sinergi Bangun Kawasan Indonesia Timur

Baca juga: 87 Pasien Covid-19 yang di Karantina Rumdin Wali Kota Semarang Dinyatakan Sembuh

Baca juga: Lakukan Kunjungan ke Kota Tegal, Benny Ingatkan Pekerja Migran Indonesia untuk Hindari Calo Ilegal. 

Setelah kejadian itu, warga yang mengetahuinya langsung lapor polisi.

Tim Resmob Elang Utara Polsek Semarang Utara dipimpin Aiptu Agus Supriyanto yang saat itu tengah berpatroli kemudian langsung mengejar pelaku.

Pelaku kemudian terkejar dan diamankan.

“Pelaku inisial ED alias C merupakan residivis, juga preman kampung,” 

Setelah ditangkap, kami bawa ke Mapolsek Semarang Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terdapat barang bukti satu buah senjata tajam sudah kami amankan juga,” ungkap Aiptu Agus yang kerap disapa Agus Arab tersebut kepada Tribunjateng.com.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Aiptu Agus menemukan motif pelaku yakni dendam pribadi.

“Jengkel lama,” katanya.

Sementara itu, korban yang dibacok mengalami luka sobek pada kepala.

“Dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis dan mendapat 10 jahitan di kepala,” imbuhnya.

“Namun saat ini korban sudah keluar dari rumah sakit dan sudah pulang ke rumah untuk beristirahat,” pungkasnya.

Baca juga: Borobudur Marathon 2020 Diwarnai Perjuangan Atlet Lepas Sepatu karena Jebol

Baca juga: Migrant Day Hari Ke-7, Calon Pekerja Migran Harus Tingkatkan Penguasaan Bahasa Negara Penempatan. 

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Tavip Ajak Warga Kerja Bakti Serentak

Baca juga: Dendam Pribadi Preman Kampung Semarang Utara Bacok Kepala Tetangga

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved