Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kecelakaan

Kata Polisi Soal Kecelakaan Maut Odong-odong Pengiring Pengantin di Batang, Jelas Melanggar

Polres Batang lakukan penyelidikan atas kasus kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin.  Adapun, dalam kecelakaan tersebut 10 korban mengala

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Polres Batang lakukan penyelidikan atas kasus kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin. 

Adapun, dalam kecelakaan tersebut 10 korban mengalami luka-luka, sementara satu balita, dan dua manula meninggal dunia. 

Menurut Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, tidak ada penambahan korban meninggal dunia.

"Kalau korban tidak ada penambahan, hanya saja masih ada yabg dirawat di rumah sakit," katanya di Kantor Satlantas Polres Batang, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Seorang Gadis Remaja Digilir 5 Pria Dewasa di Bak Sampah, Ini Kronologinya

Baca juga: Bawa Jimat & Badik, Pria Berpakaian Pesilat yang Ikut Aksi 1812 Mengaku Untuk Jaga Diri

Baca juga: Wisatawan Masuk Kota Solo Tak Akan Dicegat Periksa Rapid Test Antigen

AKP Doddy menuturkan, pengemudi odong-odong masih dalam pemeriksaan petugas. 

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi atas kecelakan tersebut," jelasnya.

Selain proses pendalaman insiden kecelakan, AKP Doddy juga menerangkan kondisi jalan di lokasi kejadian. 

Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, saat ditemui awak media di Satlantas Polres Batang, Sabtu (19/12/2020).
Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, saat ditemui awak media di Satlantas Polres Batang, Sabtu (19/12/2020). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

"Tanjakan di sana memang terjal, dan sering terjadi kecelakan di tanjakan yang masuk di wikayah Desa Kluwih, Kecamatan Bandar itu," jelasnya. 

Ia menuturkan, kendaraan yang digunakan juga tak semestinya digunakan di jalan raya.

"Odong-odong itu harusnya tidak digunakan di jalan raya, jadi jelas hal itu melanggar aturan," imbuhnya.

Ia menambahkan, masyarakat diimbau agar lebih waspada, dan tak menggunakan kendaraan tak layak di jalan raya. 

"Kami mengimbau masyarakat hati-hati, dan tak menggunakan kendaraan yang tak layak untuk menekan angka kecelakan," tambahnya.

Keterangan sopir

Tohari, pengemudi odong-odong yang terperosok ke jurang di wilayah Dukuh Sipule, Desa Kluwih Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, hanya bisa berbaring. 

Sembari berbaring ia terus memegang perut serta pinggul bagian belakang, Tohari jiga terus mengerang. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved