Berita Kecelakaan
Kata Polisi Soal Kecelakaan Maut Odong-odong Pengiring Pengantin di Batang, Jelas Melanggar
Polres Batang lakukan penyelidikan atas kasus kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin. Adapun, dalam kecelakaan tersebut 10 korban mengala
Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Polres Batang lakukan penyelidikan atas kasus kecelakan odong-odong pembawa pengiring pengantin.
Adapun, dalam kecelakaan tersebut 10 korban mengalami luka-luka, sementara satu balita, dan dua manula meninggal dunia.
Menurut Kasatlantas Polres Batang, AKP Doddy Triantoro, tidak ada penambahan korban meninggal dunia.
"Kalau korban tidak ada penambahan, hanya saja masih ada yabg dirawat di rumah sakit," katanya di Kantor Satlantas Polres Batang, Sabtu (19/12/2020).
Baca juga: Seorang Gadis Remaja Digilir 5 Pria Dewasa di Bak Sampah, Ini Kronologinya
Baca juga: Bawa Jimat & Badik, Pria Berpakaian Pesilat yang Ikut Aksi 1812 Mengaku Untuk Jaga Diri
Baca juga: Wisatawan Masuk Kota Solo Tak Akan Dicegat Periksa Rapid Test Antigen
AKP Doddy menuturkan, pengemudi odong-odong masih dalam pemeriksaan petugas.
"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi atas kecelakan tersebut," jelasnya.
Selain proses pendalaman insiden kecelakan, AKP Doddy juga menerangkan kondisi jalan di lokasi kejadian.
"Tanjakan di sana memang terjal, dan sering terjadi kecelakan di tanjakan yang masuk di wikayah Desa Kluwih, Kecamatan Bandar itu," jelasnya.
Ia menuturkan, kendaraan yang digunakan juga tak semestinya digunakan di jalan raya.
"Odong-odong itu harusnya tidak digunakan di jalan raya, jadi jelas hal itu melanggar aturan," imbuhnya.
Ia menambahkan, masyarakat diimbau agar lebih waspada, dan tak menggunakan kendaraan tak layak di jalan raya.
"Kami mengimbau masyarakat hati-hati, dan tak menggunakan kendaraan yang tak layak untuk menekan angka kecelakan," tambahnya.
Keterangan sopir
Tohari, pengemudi odong-odong yang terperosok ke jurang di wilayah Dukuh Sipule, Desa Kluwih Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, hanya bisa berbaring.
Sembari berbaring ia terus memegang perut serta pinggul bagian belakang, Tohari jiga terus mengerang.