Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Trump Ancam Iran Buntut Serangan ke Kedubes AS di Bahdad Irak

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas serangan di Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Baghdad, Irak.

Editor: m nur huda
THE WHITE HOUSE/TIA DUFOUR via AP
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland. 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas serangan yang terjadi 20 Desember lalu di Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Baghdad, Irak.

Ia mengancam akan meminta pertanggungjawaban Iran, jika ada warga Amerika yang terbunuh dalam serangan berikutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam cuitan di akun Twitter pribadinya pada Rabu kemarin.

Baca juga: PTPN VIII Perintahkan Pesantren Rizieq Shihab di Megamendung Segera Dikosongkan

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Indraprasta Semarang, Seorang Pemotor Tewas Seusai Tabrak Pohon

Baca juga: Polisi Sebut Hasil Peredaran 201 Kg Sabu dari Penangkapan di Petamburan untuk Jaringan Teroris 

Baca juga: Sepak Terjang Menteri Agama Gus Yaqut, Ketum GP Ansor hingga Saat Ditanya Soal Jabatan

"Jika satu orang Amerika terbunuh, saya akan meminta pertanggungjawaban Iran, ingat itu," tegas Trump.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (24/12/2020), bersamaan dengan pesan bernada ancaman tersebut, Trump kembali menuliskan cuitan yang berisi foto tiga roket kecil yang ia klaim gagal diluncurkan.

Gambar tersebut menunjukkan beberapa roket berukuran 107 milimeter yang memiliki label berbahasa Inggris, namun tidak secara khusus menunjukkan tanda adanya keterlibatan Iran.

Roket ini berasal dari peluncur roket ganda Tipe 63 yang diperkenalkan oleh China pada 1960-an.

Namun perlu diketahui, peluncur portabel yang terlihat seperti mortir di atas roda dengan 12 tabung peluncuran, telah dijual ke puluhan negara, termasuk Iran.

Ada pula negara lainnya di Timur Tengah yang membeli roket ini meliputi Irak, Lebanon, Suriah, Azerbaijan, Organisasi Pembebasan Palestina, Afghanistan Libya, Mesir, Turki dan Sudan.

Selain itu, roket ini telah tercatat digunakan oleh Daesh atau ISIS, pasukan Kurdi Irak, dan Unit Mobilisasi Populer.

Hal itu mengindikasikan bahwa roket ini bisa datang dari negara mana pun.

Klaim Trump tersebut mirip dengan apa yang pernah dilontarkannya terhadap Iran pada Juni 2019, di mana drone AS yang ditembak jatuh di Yaman disebut sebagai bukti bahwa Houthi dipersenjatai oleh Iran.

Komando Pusat AS mengklaim bahwa senjata yang digunakan adalah rudal permukaan ke udara (SAM) SA-6, yang merupakan nama pelaporan NATO untuk sistem SAM seluler lacak 2K12 Kub buatan Soviet.

Seperti peluncur roket Type 63 China, 2K12 telah ada selama setengah abad dan telah dijual ke puluhan negara serta digunakan dalam banyak konflik.

Klaim bahwa Iran menyalurkan senjata ke pejuang gerilya dan kelompok teroris selama ini telah digunakan oleh pemerintahan Trump untuk meningkatkan serangannya terhadap Iran.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved