Berita Internasional
Susul Huawei, Xiaomi Juga Terkena Blacklist AS, Dituding Milik Perusahaan Militer China
Xiaomi, produsen smartphone asal China, telah masuk dalam blacklist atau daftar hitam perdagangan Amerika Serikat (AS) menyusul Huawei.
Tanggapan Xiaomi
Menanggapi blacklist AS, Xiaomi membantah terafiliasi oleh militer China.
Pembuat ponsel yang dijuluki Apple-nya China ini boleh dibilang berhasil mengukir namanya sebagai pabrikan ponsel dengan spesifikasi premium, namun harganya terjangkau.
Tak heran, perusahaan memegang posisi teratas di beberapa pasar handset, seperti di India.
Xiaomi juga merupakan salah satu klien terkemuka dari dua pengembang chip seluler terbesar di dunia, Qualcomm AS dan Mediatek Taiwan.
Smartphone andalan terbarunya dengan tipe Mi 11 yang diluncurkan pada Desember lalu menggunakan prosesor seluler paling premium Qualcomm, sistem-on-chip Snapdragon 888 5G.
Investor utama dari AS
Sementara itu, Trump telah menuduh China semakin mengeksploitasi ibu kota AS.
Menyusul blacklist terhadap Xiaomi, Trump melarang warga AS untuk memiliki sekuritas secara langsung atau melalui dana, di perusahaan yang dianggap memiliki hubungan dengan militer China.
Larangan itu berlaku mulai 11 Januari 2021 kemarin.
Sedangkan bagi investor yang telanjur memiliki aset secara itu, diberi waktu hingga November 2021 untuk melepaskan/menjualnya.
Tercatat, investor utama Xiaomi berasal dari AS.
Beberapa di antaranya seperti Vanguard Group, BlackRock Institutional Trust Company, Wells Capital Management, dan Geode Capital Management.
Atas perintah Trump, harga saham perusahaan turun 9 persen di bursa Hong Kong.
Peralatan chip
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-xiaomi.jpg)