Breaking News:

Berita Purbalingga

Kisah Tarti Penjual Jangkrik di Pasar Hewan Purbalingga Bertahan di Kala PPKM

Tarti (35) pedagang jangkrik di Pasar Hewan Purbalingga ini harus menelan kekecewaan karena pulang ke rumah masih membawa banyak sisa dagangan.

TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Tarti, penjual Jangkrik di Pasar Hewan Purbalingga saat menjual dagangannya, pada Kamis (28/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Tarti (35) pedagang jangkrik di Pasar Hewan Purbalingga ini harus menelan kekecewaan karena pulang ke rumah masih membawa banyak sisa dagangan.

Puluhan tahun dia berdagang baru kali ini merasakan betapa susahnya menghabiskan satu karung jangkrik.

"Biasanya kalau normal sehari bisa habis tiga karung lebih jangkrik mas.

Satu karungnya itu sebarat satu kilogram, sekarang boro-boro sekarung saja kadang tidak habis," ucapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (28/1/2021).

Tarti bercerita jika anjloknya penjualan jangkrik dipengaruhi karena Purbalingga memberlakukan PPKM atau pembatasan para pedagang dari luar kota.

"Sepi karena sedang dibatasi, padahal pembeli dan pedagang disini kebanyakan malah dari luar Purbalingga," terangnya.

Tarti adalah warga asli Pajerukan, RT 5 RW 3, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Setiap Senin dan Kamis pagi sekira pukul 05.00 WIB pasti sudah membuka lapaknya di Pasar Hewan Purbalingga.

Dia mengaku sangat bergantung dengan berjualan di Pasar Hewan Purbalingga, dan setiap Sabtu pindah ke Sokaraja.

Sekarang PPKM diperpanjang lagi dan dia merasa kecewa, karena pendapatannya turun drastis.

"Ini diperpanjang lagi, lalu saya harus bagaimana, serba susah," katanya.

Tarti menjual jangkrik dengan harga Rp 10 ribu untuk satu ons, kemudian kroto Rp 30 ribu satu ons, dan ulat kandang Rp 5 ribu satu ons.

Jangkrik, kroto hingga ulat banyak dicari pembeli karena biasanya diberikan untuk pakan burung.

Semenjak adanya PPKM ini Tarti mengaku hanya membawa keuntungan bersih Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu saja. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved