Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kepala Staf Presiden Tunisia Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Buka Amplop yang Diduga Beracun

Surat itu diduga mengandung racun dan merupakan upaya peracunan kepada presiden Tunisia.

Kompas.com/Istimewa
Presiden Tunisia Kais Saied saat memberikan kuliah umum tentang hukum konstitusi selama kunjungan kenegaraan ke Qatar pada acara yang diselenggarakan oleh Universitas Lusail, 16 November 2020.(AFP/PICASA) 

TRIBUNJATENG.COM, TUNIS - Kantor Presiden Tunisia, Kamis (28/1/2021), mengungkapkan, kepala staf Presiden Tunisia telah dirawat di rumah sakit setelah menerima surat mencurigakan yang ditujukan kepada kepala negara Kais Saied.

Surat itu diduga mengandung racun dan merupakan upaya peracunan kepada presiden Tunisia, demikian dilansir kantor berita AFP.

Nadia Akacha membuka amplop surat yang ditujukan kepada Saied namun ternyata amplop itu kosong. 

Sosok Aiptu Janadi Polisi Berambut Gondrong, Ini Kasus-Kasus Terakhir yang Ditanganinya

Rumah Sakit Telogorejo Bersedia Melakukan Mediasi Atas Meninggalnya Samuel Reven

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun Aiptu Janadi Polrestabes Semarang Meninggal Dunia

Seorang Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka Setelah Digerebek di Hotel, Celana Dalam Wanita Jadi Bukti

Akacha lalu menderita penglihatan kabur sesaat dan sakit kepala.

Dia sempat dirawat di rumah sakit setelah insiden itu menurut pernyataan dari kepresidenan.

Dia dipulangkan pada Rabu namun masih menderita sakit kepala dan diawasi oleh pihak medis.

Pegawai kepresidenan lain yang berada di ruangan yang sama dengan Akacha ketika membuka amplop memiliki gejala yang serupa namun dengan intensitas yang lebih rendah.

Media Tunisia mengatakan surat itu mungkin mengandung risin, racun yang bisa mematikan dalam dosis tinggi.

Kepresidenan tidak mengatakan kapan insiden itu terjadi, tetapi menekankan bahwa Saied tidak melakukan kontak dengan amplop tersebut.

Kepala negara Tunisia itu dikabarkan dalam keadaan sehat.

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan untuk menganalisis isi amplop dan menunggu hasilnya, kata jaksa Tunis Mohsen Dali.

Dan sejauh ini belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

Ketegangan tinggi terjadi di Tunisia, menyusul perselisihan mengenai perombakan kabinet dan meningkatnya kerusuhan yang telah membuat demonstran turun ke jalan untuk protes melawan kemiskinan, pengangguran dan represi polisi.

Saied mengatakan dia tidak diajak berkonsultasi tentang perombakan kabinet pada Selasa, di mana Perdana Menteri Hichem Mechichi menunjuk 11 menteri baru untuk jabatan dalam negeri, keadilan, kesehatan dan jabatan penting lainnya.

Presiden, seorang akademisi independen, menuding salah satu menterinya terlibat kasus korupsi dan tiga lainnya diduga bentrok kepentingan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved