Breaking News:

Berita Internasional

Tolak Kebijakan Biden Bekukan Penjualan Senjata ke Saudi, Inggris: Kami Punya Tanggung Jawab Sendiri

Inggris menolak untuk bergabung dengan langkah Amerika Serikat ( AS) yang membekukan penjualan senjata ke Arab Saudi untuk penyerangan di Yaman

AFP / BEN STALSALL
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di depan kediamannya di 10 Downing Street, London. 

TRIBUNJATENG.CO, LONDON - Inggris menolak untuk bergabung dengan langkah Amerika Serikat ( AS) yang membekukan penjualan senjata ke Arab Saudi untuk kegunaan penyerangan di Yaman.

Presiden Joe Biden mengumumkan penangguhan penjualan senjata ke Arab Saudi pada pekan lalu, sebagai bentuk pemenuhan janji kampanyenya.

Pada Senin (8/2/2021), Menteri Luar Negeri Inggris, James Cleverly mengatakan pihaknya telah memperhatikan tinjauan AS dalam kebijakan penjualan senjata ke Arab Saudi.

Diancam KKB Papua, Bupati Intan Jaya & Pegawai Pemkab Tak Berani Ke Kantor, Takut Dieksekusi

Tak Ingin Harta Kekayaan Diungkap, Ratu Elizabeth II Diisukan Lobi Sejumlah Pejabat Inggris

AS Kirim 1.300 US Army Ke Indonesia, KSAD Jenderal Andika Perkasa: Kami Akan Temani Mereka

Gara-gara Geber Motor, Pengendara Motor di Bojonegoro Dikeroyok Pemuda hingga Tewas

Ia kemudian mengatakan lisensi penjualan senjata Inggris dikeluarkan dengan sangat hati-hati untuk memastikan tidak mengakibatkan pelanggaran hukum kemanusiaan.

Cleverly menambahkan, "Keputusan AS dalam penjualan senjata adalah keputusan untuk AS.

Inggris memiliki tanggung jawab sendiri yang sangat serius dalam ekspor senjata."

"Kami terus menilai semua lisensi ekspor senjata sesuai dengan kriteria perizinan yang ketat," lanjutnya, seperti yang dilansir dari The Guardian pada Senin (8/2/2021).

Arab Saudi mewakili 40 persen dari total ekspor senjata Inggris antara 2010 dan 2019.

Tobias Ellwood, ketua Konservatif dari komite pertahanan, mendesak Inggris “untuk menyelaraskan dirinya sepenuhnya dengan sekutu keamanan terdekatnya dan mengakhiri ekspor senjata serupa yang terkait dengan perang".

"Kebijakan AS sangat disambut dan merupakan ujian besar pertama kami tentang apa arti global Inggris dalam praktik," ucapnya.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved