Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Donald Trump Dipastikan Tak Akan Berkicau Lagi di Twitter

Twitter menegaskan tidak akan mengizinkan mantan presiden Donald Trump untuk kembali memiliki akun di platform media sosialnya.

AFP
Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Rabu (10/2/2021), Twitter menegaskan tidak akan mengizinkan mantan presiden AS Donald Trump untuk kembali memiliki akun di platform media sosialnya.

"Kebijakan kami, ketika Anda dihapus dari platform, Anda dihapus dari platform, baik Anda komentator, seorang CFO atau pejabat publik, saat ini atau sebelumnya."

Ned Segal Kepala Keuangan Twitter menyampaikannya dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi CNBC.

Ngadiman Hanya Tengkulak Palawija Blora Tapi Bisa Jual Pupuk Subsidi, Harga Rp 250 Ribu per Sak

Mimpi tentang Habib Lutfi, Keesokan Harinya Syekh Rajab Langsung Pesan Tiket ke Indonesia

Minta Bek Persija Alfath Menceraikannya, Ratu Rizky Nabila Curhat Dipukuli hingga Diselingkuhi

Penjual Gorengan Rudapaksa lalu Bunuh Siswi SMP, Berawal Penolakan Si Gadis

"Penghapusan akun" Trump oleh Twitter terjadi setelah kerusuhan yang dilakukan pendukungnya yang menyebabkan pengepungan mematikan di Gedung Capitol pada 6 Januari.

Facebook dan jejaring sosial lainnya juga memblokir akses Trump setelah insiden tersebut.

"Kebijakan kami dirancang untuk memastikan bahwa orang tidak menghasut kekerasan," kata Segal.

"Dan jika ada yang melakukannya, kami harus menghapusnya dari layanan dan kebijakan kami tidak mengizinkan orang untuk kembali," terangnya seperti yang dilansir dari AFP pada Rabu (10/2/2021). 

Trump adalah pengguna Twitter yang produktif selama kampanye pemilihannya dan selama 4 tahun di Gedung Putih, menggunakan platform itu untuk mengumumkan berbagai kebijakan, menyelesaikan masalah dan untuk kampanye politiknya.

Dia memiliki lebih dari 80 juta pengikut saat akunnya diblokir.

Setelah diblokir dari Twitter dan Facebook, Trump seketika menghilang dari media sosial, tapi pada Senin (8/2/2021) pria 74 tahun itu muncul lagi melalui media sosial, Gab, dengan membawa pernyataan penolakan mengahadiri sidang pemakzulan di Kongres.

Dalam unggahan pertamanya di Gab, pada Senin itu, ia membalas atas undangan Anggota Kongres Jamie Raskin agar bersaksi di bawah sumpah pada persidangan pemakzulannya, yang dituduh menghasut pemberontakan yang mengakibatkan kerusuhan Gedung Capitol. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Twitter Pastikan Trump Tidak Akan dapat Kembali Miliki Akun di Platform Ini "

Dituduh Dukun Santet, Seorang Nenek di Bima Tewas Dibacok Sekelompok Orang, Rumahnya pun Dibakar

Kecelakaan Maut Nurhaida Seorang PNS Tewas Ditabrak Truk yang Rem Blong

Demokrat Dorong Pemilu Tetap Digelar 2022 & 2023, Pemilu 2024 Disebut Kemunduran Demokrasi

Limbah B3 Sampah Medis Bekas Pasien Covid-19 Dibuang Dipinggri Jalan, Motif Pelaku Diungkap Polisi

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved