Breaking News:

Berita Solo

Konflik Keraton Solo, GKR Timoer Pertanyakan Keberadaan Kanjeng Dani yang Bukan Darah Dalem

GKR Timoer dan GKR Wandansari atau Gusti Moeng meminta hanya darah dalam yang boleh terkait persoalan konflik Keraton Solo. 

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Ilustrasi - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - GKR Timoer Rumbai pertanyakan keberadaan Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, KRA Dani Nur Adiningrat yang bukan merupakan darah dalem atau keluarga langsung Keraton Solo namun mengklaim utusan PB XIII. 

GKR Timoer dan GKR Wandansari atau Gusti Moeng meminta hanya darah dalam yang boleh berbicara terkait persoalan konflik Keraton Solo yang dianggap persoalan keluarga. 

GKR Timoer menegaskan dia lahir, besar, dan menjanda di Keraton Solo.

Baca juga: Tersangka Pembunuh Dalang Anom Subekti Sudah Bisa Berkomunikasi, Ini Hal Pertama yang Disampaikan

Baca juga: Kebakaran Mobil di Batam, Balita Tewas di Kursi Tengah, Sopir Syok Menjerit-jerit di RS

Baca juga: Miris Bocah 7 tahun Hanya Miliki Berat 7 Kg

Baca juga: Jika 4 Ciri-ciri Ini Muncul, Itu Berarti Serangan Jantung, Jangan Diabaikan!

Menurutnya, dia tidak mengenal Dani karena bukan anggota keluarga. 

“Kalau memang ini urusan keluarga, orang lain tidak usah berbicara. Cukup darah dalem. Saya tidak kenal itu Dani, dia masuk setelah kami pergi. Kemarin malam Anda (wartawan) berbicara dengan Dani kan? Saya tidak mengenal dia,” ucap dia setelah keluar dari Keraton Solo bersama Gusti Moeng dan beberapa abdi dalem, Sabtu (13/2/2021) sore. 

Dia mengaku, sudah bertemu dengan Dani berulang kali, yakni saat pembangunan kantor kompleks Alun-Alun Kidul, Dani menemui GKR Timoer sebagai utusan Sinuhun atau PB XIII. 

Lalu, GKR Timoer meminta Dani mengantarkannya ke Sinuhun, namun Dani justru menjawab tidak pernah bertemu Sinuhun. 

“Kalau tidak pernah bertemu Sinuhun lalu siapa yang menyuruh. Katanya utusan dalem, jadi masuk akal kan. Semua bisa kok kalau ngaku-ngaku utusan Sinuhun. Jadi saya minta media mengabarkan dengan nurani,” pintanya. 

Sementara itu, Gusti Moeng menegaskan ingin bersama-sama menyelamatkan Keraton Solo. Dia mengajak Sinuhun untuk bekerja bersama menyelamatkan Keraton Solo

“Kami ingin menyelamatkan Sinuhun, yang lain kami tidak peduli karena bukan siapa-siapa. Yang bukan siapa-siapa aja melu omongan (jangan ikut bicara). Membuat runyam keadaan, ini saatnya menyelamatkan Keraton Solo apapun caranya. Semoga pandemi segera selesai, dan kembali masuk bekerja,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved