Prostisusi Online
Benk Mintosih Murka Ulah PSK Michat Sengaja Posting Nama Hotel: Wajah Mereka Taruh di Front Office
Wakil Ketua PHRI Jateng Benk Mintosih murka oleh ulah PSK yang sengaja memposting nama hotel untuk esek-esek.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Daniel Ari Purnomo
Sebelumnya, Okta mengaku seorang mucikari.
Keduanya antara korban dan pelaku telah menikah sirih dan tinggal di kamar nomor 102 sejak sepekan yang lalu.
Okta mencarikan orderan esek-esek istri sirinya secara online melalui aplikasi michat.
Dalam sehari dia berhasil mencarikan istri sirinya tersebut sebanyak 10 pelanggan.
Tamu yang akan menggunakan istri sirinya untuk kepuasan birahi dipatok tarif sebesar Rp 350 ribu per jam.
"Dari tarif itu saya mendapatkan Rp 100 ribu sedangkan yang perempuan mendapat Rp 250 ribu,"ujarnya, saat dihadirkan pada gelar perkara di Mapolrestabes Semarang.
Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk sewa kamarnya selama sehari sebesar Rp 150 ribu.
Dirinya mengaku baru seminggu menyewa kamar tersebut.
"Tahun ini baru ini saya menggunakan hotel ini.
Sebelumnya di Kebumen.
Tapi sebelumnya lagi lebih sering di Kerawang Jawa Barat,"kata dia.
Okta mengaku membunuh Meliyanti karena sering dicaci maki.
Selain itu korban cemburu melihatnya ngobrol dengan orang lain.
"Saya ngobrol dengan orang lain yang tinggal di situ,"tuturnya.
Baca juga: Ini Perkataan yang Bikin Okta Apriyanto Tersinggung hingga Bunuh Meliyanti Dalam Hotel
Baca juga: Profil Okta Apriyanto Pembunuh Wanita Subang di Kamar 102 Hotel Semarang
(*)
Editor: Daniel Ari Purnomo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/benk-mintosih-michat.jpg)