Breaking News:

Berita Jateng

Gubernur Jateng Bersama OJK Regional 3 Berbagi Pengalaman Percepat Akses Keuangan di Provinsi Kepri

Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY (OJK Regional 3) bersama Pemprov Jawa Tengah penuhi undangan pendampingan .

Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY (OJK Regional 3) bersama Pemprov Jawa Tengah dalam kegiatan pendampingan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepulauan Riau secara virtual, Senin, (15/2/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY (OJK Regional 3) bersama Pemprov Jawa Tengah penuhi undangan pendampingan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepulauan Riau secara virtual. 

Pendampingan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Pemprov Jawa Tengah yang mendapatkan berbagai apresiasi dalam TPAKD Award Tahun 2020.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa berbagai prestasi yang dicapai oleh Provinsi Jawa Tengah khususnya terkait pengembangan inklusi keuangan tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang baik dengan OJK Regional 3.

Baca juga: Guna Dorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Jateng, OJK Kantor Regional 3 Gencarkan Kolaborasi 

Baca juga: OJK Sebut Perbankan Siap Salurkan Kredit dengan Suku Bunga Lebih Murah

Baca juga: OJK Catat Jumlah Investor Pasar Modal Melonjak 4 Juta di Tengah Pandemi

Beberapa program yang telah dilakukan bersama OJK dan Industri Jasa Keuangan antara lain program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Program UMKM Bangkit, Sistem Informasi Akses Keuangan Daerah Terintegrasi (Srikandi) dan Kredit/Pembiayaan Melawan Renternir.

Jawa Tengah juga merupakan satu-satunya provinsi yang membuka layanan Kredit Center untuk masyarakat dalam rangka mensukseskan program restrukturisasi kredit/pembiayaan.

“Kredit Center ini merupakan layanan konsultasi dan pengaduan proses restrukturisasi kredit debitur yang terdampak covid-19, yang ditangani bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, OJK Regional 3, Perbankan, Perusahaan Pembiayaan, PNM dan Pegadaian,” ujar Ganjar dalam siaran pers tertulis, Senin, (15/2/2021).

Baca juga: OJK bakal Terbitkan Izin Merger Bank Syariah Indonesia Pekan Ini

Baca juga: PSBB Diperketat di Jawa dan Bali, OJK dan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi

Baca juga: OJK Proyeksi Ekonomi Kuartal IV/2020 Masih Terkontraksi Minus 2%

Ganjar juga menyampaikan kiat-kiatnya dalam menggerakkan TPAKD antara lain dengan melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkelanjutan untuk mendukung potensi masing-masing daerah, solutif menyelesaikan masalah yang muncul di masyarakat dengan tidak hanya bergantung pada dana APBD, melakukan edukasi kepada masyarakat, dan aktif berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat menggunakan media sosial untuk mendengar permasalahan di masyarakat secara langsung. 

Menurutnya, yang tak kalah penting adalah koordinasi dan sinergi yang baik dengan OJK dan Industri Keuangan di daerah.

“Selain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, tujuan utama dari program TPAKD di masa pandemi ini adalah untuk mempercepat pemulihan ekonomi melalui berbagai kegiatan seperti business matching berbasis klaster UMKM, business matching untuk off taker produk UMKM, virtual expo UMKM serta program pembiayaan/kredit murah,” ungkap Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa. (Ute)
 

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: rival al manaf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved