Berita Blora
Mengenal Sosok Purwanto Pengrajin Akar Kayu Jati Blora, Andalkan Pasar Lokal Selama Pandemi
Berbekal kecakapan berbahasa Inggris ala kadarnya, Purwanto dengan percaya diri menerima Miro Mrozik seorang tamu asal Kanada
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Berbekal kecakapan berbahasa Inggris ala kadarnya, Purwanto dengan percaya diri menerima Miro Mrozik seorang tamu asal Kanada untuk bertandang ke kediamannya di RT 3 RW1 Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora.
Kedatangan Miro jauh-jauh dari Benua Merah itu tidak sekadar plesiran, tapi ada potensi ekonomi antarnegara bahkan benua yang bakal terjalin.
Kurang lebih sepekan Miro berada di Blora.
Bersama Purwanto, lelaki 42 tahun, Miro menghabiskan waktunya dengan saksama mengamati furnitur berbahan baku akar jati.
Memang itulah yang menjadi tujuannya setelah melewati perjalanan panjang dari Amerika Utara: mencari furnitur untuk kemudian dipasarkan di negaranya.
Tidak cukup hanya melihat dan mengamati produk furnitur yang berjubal di kediaman Purwanto, Miro juga diajak menyusuri jalan kampung dan menyambangi perajin lainnya.
Miro antusias menyaksikan bagaimana akar jati diolah hingga kemudian menjadi furnitur maupun patung yang indah nan artistik.
Kedatangan Miro juga dimanfaatkan oleh Purwanto untuk mengenalkan daerahnya.
Pria Kanada itu diajak makan satai ayam.
Kuliner ini memang khas Blora. Bukan persoalan sulit jika harus berburu satai ayam di setiap sudut kotanya.
Namun upaya Purwanto ini gagal, Miro merasa aneh dengan irisan daging kecil yang ditusuk kemudian disajikan.
Sajian satai itu hanya dilihat tanpa secuil pun masuk ke dalam mulutnya.
Justru Miro malah lebih memilih olahan daging ayam yang disulap menjadi opor.
Peristiwa kedatangan Miro pada 2012 itu diceritakan Purwanto saat Tribunjateng.com bertandang ke kediamannya pada 8 Maret 2021.
Kisah itu menjadi kenangan yang sangat melekat di benak Purwanto.