Berita Blora
Mengenal Sosok Purwanto Pengrajin Akar Kayu Jati Blora, Andalkan Pasar Lokal Selama Pandemi
Berbekal kecakapan berbahasa Inggris ala kadarnya, Purwanto dengan percaya diri menerima Miro Mrozik seorang tamu asal Kanada
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
Ketika harus ekspor, maka tidak hanya produk milik Purwanto saja yang berangkat, tapi ada produk dari sesama perajin lainnya yang turut dikirim ke negeri seberang.
“Jadi kalau ekspor bukan hanya barang dari saya, tapi juga barang dari teman gabungan satu kontainer,” kata Purwanto.
Produknya yang acap kali merambah pasar luar negeri, tidak lantas membuat Purwanto mengabaikan pasar dalam negeri.
Dia memiliki keyakinan bahwa masih banyak orang Indonesia yang mau menghargai karyanya.
Kepercayaan yang dia bangun rupanya bukan isapan jempol.
Saat pasar luar negeri lesu karena hantaman pandemi Covid-19, maka Purwanto berikut perajin akar kayu jati lainnya di Blora hanya bisa mengandalkan pasar dalam negeri.
Meski pada dasarnya pasar dalam negeri juga mengalami penurunan permintaan.
Memang, kata Purwanto, sejak Covid-19 banyak negara yang kemudian menutup jalur perdagangannya, termasuk di sektor furnitur.
“Kalau bisa dibilang, ini adalah masa paling pahit. Penurunan permintaan sampai 70 persen,” ujar dia.
Badai pandemi yang menghantam lini ekonomi tidak lantas membuat Purwanto ciut nyali.
Satu demi satu permintaan pasar dalam negeri dia penuhi dengan telaten.
Beberapa kota besar penghuninya rupanya masih sudi membeli karyanya.
Misalnya dari Yogyakarta, Jakarta, maupun Bali.
Hal itulah yang kemudian membuatnya tetap optimistis.
Pasar luar negeri baru tampak geliatnya pada akhir 2020. Saat itu dia bersama sejumlah perajin di Blora berhasil ekspor ke luar negeri. Kemudian bulan lalu, dia juga ekspor ke Dubai. Meski begitu belu cukup untuk memulihkan geliat pasar layaknya sebelum pandemi.