Berita Blora
Mengenal Sosok Purwanto Pengrajin Akar Kayu Jati Blora, Andalkan Pasar Lokal Selama Pandemi
Berbekal kecakapan berbahasa Inggris ala kadarnya, Purwanto dengan percaya diri menerima Miro Mrozik seorang tamu asal Kanada
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
Sampai sekarang keduanya masih menjalin komunikasi.
Sejak itu pula Purwanto acap kali mengirim produk furnitur buatannya ke Kanada.
Meski sedianya Miro bukan orang mancanegara pertama yang bertandang ke kediamannya, selepas Miro, juga ada beberapa orang mancanegara yang singgah ke rumah Purwanto.
Misalnya dari Texas maupun Rumania.
Di balik hubungan Purwanto dengan Miro, bapak dua anak ini juga menjalin hubungan bisnis dengan sejumlah kolega dari berbagai negara.
Apalagi bisnis yang menjembatani Purwanto dengan orang mancanegara kalau bukan produk olahan akar jati.
Dampak Pandemi
Kini produk olahan jati dari tangan dingin Purwanto telah sampai ke sejumlah negara bahkan benua.
Karena saking sering dan banyaknya, Purwanto sendiri begitu kerepotan ketika harus menyebutkan negara tujuan produknya.
“Ekspor sampai pasar Amerika, Eropa. Tidak bisa disebut satu per satu. Banyak,” katanya.
Pengalaman pertamanya mengirim produk ke luar negeri ini terjadi pada 2004.
Hal itu kemudian menuntutnya harus mengetahui banyak hal perihal produk ekspor.
Mulai dari bahasa sampai apa yang dibutuhkan oleh konsumennya di negeri seberang harus benar-benar dia kuasai.
Seiring berjalannya waktu, Purwanto bisa dibilang rutin mengirimkan produknya ke sejumlah negara.
Dia tidak seorang diri, dia tetap mengajak kawan sesama perajin akar kayu jati di wilayah Jepon jika memang sanggup menerima pesanan dari luar negeri.