Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Demonstran Myanmar Lawan Balik Junta Militer, Bom Molotov dan Ketapel Jadi Senjata

Setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan, demonstran awalnya melarikan diri. Namun, beberapa saat kemudian mereka kembali.

Tayang:
Editor: Vito
STR / AFP
Pengunjuk rasa bersembunyi di belakang barikade usai melemparkan dan bom molotov dan proyektil menggunakan ketapel ke arah pasukan keamanan dalam aksi protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (17/3/2021). 

Para pelanggar juga bisa dijerat beragam ganjaran, mulai hukuman mati, hukuman penjara tidak terbatas, dan hukuman maksimum lain di bawah undang-undang yang diberlakukan.

Adapun, ribuan warga Myanmar memilih untuk kabur setelah ketegangan antara massa anti-kudeta militer dengan pasukan keamanan terus memakan korban jiwa.

Media massa Frontier Myanmar melaporkan, ribuan orang pada Selasa (16/3) memilih kabur membawa barang-barang mereka menggunakan sepeda motor.

Warga distrik Hlaing Tharyar menyatakan, keputusan mereka untuk kabur disebabkan pemberlakuan darurat militer di daerah tersebut.

"Di sini seperti zona perang, mereka menembak di mana-mana. Sebagian besar orang terlalu takut untuk keluar rumah," kata seorang warga kepada Reuters.

Darurat militer diterapkan militer di Hlaing Tharyar menyusul bentrokan pedemo dan aparat hingga menewaskan lebih dari 40 orang pada akhir pekan lalu.

Bentrokan terjadi menyusul pembakaran sejumlah pabrik China oleh sekelompok orang. China selama ini dipandang mendukung junta militer Myanmar. (Kompas.com/cnn)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved