Korban Tewas Hampir 250 Orang, Perlawanan Terhadap Kudeta Militer Myanmar Terus Berlanjut
Dalam demo Myanmar terbaru pada Minggu (21/3), para dokter dan perawat ikut turun ke jalan. Mereka berunjuk rasa dengan damai, menghindari konfrontasi
Sayangnya, pasukan militer menahan Daw Malar Win. Sabtu paginya, keluarganya diminta untuk mengambil jenazahnya. "Ada memar di wajahnya. Ternyata dia disiksa (saat berada di) tahanan," kata seorang anggota serikat mahasiswa yang membantu keluarga mengambil jenazahnya.
Selain kedua orang itu, aksi pada 2 hari lalu juga menewaskan Ko Thet Paing Soe (28), Ko Kyaw Zwa (27), Ko Myo Myint Aung (27) dan Ko Naing Lin Aung (26). Mereka tewas di tempat yang berbeda.
Para pedemo lalu menyalakan lilin di kota Kale pada Sabtu malam, dan membuat tanda-tanda di jalan agar PBB bertindak untuk menghentikan kudeta Myanmar.
Hampir 250 kematian dikonfirmasi dalam beberapa minggu sejak kudeta Myanmar terjadi, menurut AAPP, meski jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi. Selain itu, lebih dari 2.300 pengunjuk rasa ditahan, kata kelompok tersebut.
Kecaman internasional oleh AS, Uni Eropa, PBB, hingga para pemimpin sejumlah negara di Barat dan Asia Tenggara sejauh ini tidak menghentikan pertumpahan darah di Myanmar.
Para menteri luar negeri di Uni Eropa diperkirakan akan menjatuhkan sanksi terhadap 11 petinggi militer saat rapat pada hari ini, Senin (22/3). (Kompas.com/cnn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/demonstran-myanmar-lawan-aparat.jpg)