Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Unika Soegijapranata Kembali Gelar Wisuda Virtual dengan Teknologi Face Tracking Animation

Unika Soegijapranata Semarang menyelenggarakan Wisuda Periode I tahun 2021 yang dilakukan secara virtual, Sabtu (20/3/2021).

Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Istimewa
Animasi Rektor Unika Soegijapranata, Prof F Ridwan Sanjaya, memindahkan kuncir toga mahasiswa dalam wisuda virtual, Sabtu (20/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menyelenggarakan Wisuda Periode I tahun 2021 yang dilakukan secara virtual, Sabtu (20/3/2021).

Pada wisuda kali ini, Unika kembali menggunakan teknologi Face Tracking Animation (FTA), Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), sehingga wisuda virtual terlihat nyata.

Pelaksanaan wisuda juga disiarkan secara online melalui ruang virtual Unika dan laman Youtube.

Baca juga: Istri Meninggal 2 Tahun Lalu, Pria Ini Rudapaksa Keponakan Saat Nonton TV di Rumah

Baca juga: Daftar Batalyon Kostrad yang Terima Latihan Khusus US Army, Ini Pesan Jenderal Andika Perkasa

Baca juga: Satgas Kebo Landoh Polres Pati Gagalkan Distribusi Ratusan Botol Miras

Baca juga: Dobrak Pintu Kamar Rumah, Suami Ngamuk Pergoki Istri Berduaan dengan Teman

Rektor Unika Soegijapranata, Prof F Ridwan Sanjaya mengingatkan perlunya meningkatkan kualitas literasi digital dan menjaga kesantunan dalam menggunakan media sosial atau internet.

"Survei yang dilakukan pada bulan April sampai Mei 2020, oleh Microsoft yang merilis Digital Civility Index atau Indeks Keberadaban Digital tahun 2020 memperlihatkan skor DCI atau tingkat kesopanan netizen Indonesia turun dibandingkan tahun yang lalu. Semakin banyak masyarakat dari kelompok dewasa yang dinilai makin turun peradabannya," ucap Prof Ridwan.

Menghadapi kenyataan itu, Guru Besar Unika Soegijapranata pada bidang Sistem Informasi ini menghimbau kepada semua lulusan Unika untuk ikut menjaga hal-hal baik yang pernah ada dengan menjaga jari-jari dari kalimat-kalimat kasar, nyinyir, provokatif, memojokkan, keroyokan, atau bahkan juga menyebarkan kebohongan.

"Jari-jari kita mencerminkan kepribadian kita, menunjukkan kualitas literasi digital kita, bahkan lebih luas lagi juga menggambarkan peradaban bangsa Indonesia di mata dunia internasional," lanjutnya.

Peningkatan keberadaan manusia di dunia digital selama masa pandemi Covid-19 tercatat meningkat 443 persen (Kominfo, 2020) dan menambah jumlah pengguna internet menjadi hampir 200 juta atau 73,7 persen dari populasi (APJII, 2020).

Oleh karena itu penggunaan internet secara masif ini juga menuntut literasi digital yang makin baik, terutama bagi lulusan perguruan tinggi.

"Bukan hanya karena kemampuan ini akan digunakan para lulusan pada saat bekerja nanti, tetapi juga menunjukkan kualitas pribadi sebagai warga internet (warganet) atau netizen," tambahnya.

Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA) Unika Soegijapranata, B Lenny Setyowati, menyampaikan bahwa jumlah wisudawan dalam Wisuda Periode I tahun 2021 adalah sebanyak 272 orang.

"Dari jumlah 272 wisudawan pada wisuda periode I ini, terbagi dalam beberapa Program Studi (Prodi) di Unika Soegijapranata, yakni Prodi D-3 Perpajakan 13 orang, dari Prodi Strata 1 (S1) ada 240 orang, kemudian dari Prodi Strata 2 (S2) ada 13 orang, dan dari Prodi Profesi Insinyur ada 6 orang," papar Lenny. (Nal)

Baca juga: Viral Video Diduga Anggota Ormas Pemuda Pancasila dengan AMPI Bentrok, Polisi Buru Pelaku Pemukulan

Baca juga: Kemenpora Masih Tunggu Bentuk Maaf BWF Ke Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021

Baca juga: Hasil PCR Negatif Covid-19, Tim Bulutangkis Indonesia Dijadwalkan Pulang Hari Ini

Baca juga: Kecelakaan Maut di Kuningan, Truk Terguling Kernet Tewas Terinjak Sapi

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved