Berita Internasional
5 Penumpang Tewas dalam Tabrakan Kapal Feri di Bangladesh
Minggu (4/4/2021), sebuah kapal feri kecil dengan 50 penumpang bertabrakan dengan kapal lain di Sungai Shitalakhsya, Bangladesh.
TRIBUNJATENG.COM, DHAKA – Minggu (4/4/2021), sebuah kapal feri kecil dengan 50 penumpang bertabrakan dengan kapal lain di Sungai Shitalakhsya, Bangladesh.
Kecelakaan mengakibatkan kapal feri tersebut tenggelam.
Sebanyak lima orang dilaporkan tewas, sebagaimana dilansir AFP.
Baca juga: Aktivitas Bisnis IKM Tekstil Tergerus Impor Pakaian Jadi
Baca juga: Banyak Kader Partai Demokrat Terpapar Kubu Moeldoko, AHY di Semarang: Yang Jahat Itu Mereka
Baca juga: Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sampangan Semarang, Warga Sekitar Pilih Bungkam
Baca juga: Gelar Sayembara, Khairudin Siapkan Rp 75 Juta bagi Orang yang Temukan Istrinya
Kapal itu tenggelam sekitar pukul 18.00 waktu setempt setelah bertolak dari pusat kota industri Narayanganj menuju distrik Munshiganj.
Seorang inspektur polisi setempat mengatakan, feri itu dipenuh dengan penumpang yang bergegas meninggalkan Narayanganj.
Mereka berbondong-bondong meninggalkan Narayanganj setelah pemerintah mengumumkan penerapan lockdown di seluruh negeri selama tujuh hari mulai Senin (5/4/2021).
"Korban tewas (sebanyak) lima (orang)," kata administrator pemerintah Narayanganj, Shukla Sarker.
Dia menambahkan, para penyelam dari pemadam kebakaran memimpin upaya pencarian korban.
Sarker mengatakan, 11 orang yang selamat berhasil ditarik dari air dan penumpang lain mungkin telah berenang ke tempat yang aman di sisi lain sungai.
"Jadi kami tidak tahu berapa banyak orang yang hilang," kata Sarker kepada AFP.
Kepala polisi setempat Dipak Saha menuturkan, upaya penyelamatan terhambat oleh badai kuat yang terjadi setelah kecelakaan itu.
Di bawah lockdown, semua layanan perjalanan domestik termasuk bus, kapal feri, kereta api, dan penerbangan akan ditangguhkan mulai Senin.
Toko dan mal akan tutup selama sepekan dan jam malam diberlakukan.
Bisnis sektor publik dan swasta hanya diperbolehkan untuk memasukkan pekerja yang sangat inti di kantor mereka.
Melansir AFP, kecelakaan kapal feri kerap terjadi di Bangladesh, negara delta yang dilintasi oleh ratusan sungai.
Jutaan orang sangat bergantung pada feri untuk transportasi, terutama di wilayah pesisir selatan negara itu. Tetapi kapal tersebut memiliki catatan keselamatan yang buruk.
Para ahli menyalahkan perawatan kapal yang buruk, standar keselamatan yang lemah di galangan kapal, dan kapal-kapa feri sering kelebihan penumpang.
Pada Juni 2020, sebuah kapal feri tenggelam di Dhaka setelah ditabrak dari belakang oleh feri lain.
Sedikitnya 32 orang kehilangan nyawa dalam tragedi itu.
Pada Februari 2015, setidaknya 78 orang tewas ketika kapal yang kelebihan penumpang bertabrakan dengan kapal kargo di sungai Bangladesh tengah. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapal Feri di Bangladesh Tenggelam, 5 Orang Dilaporkan Tewas"
Baca juga: Warga Heboh Temukan Benda Mencurigakan Bertulis FPI Munarman, Tim Gegana Turun Tangan
Baca juga: Temukan Buaya Mati di Saluran Air Perumahan, Warga: Kaget kok Muncul Lagi
Baca juga: Bantuan Jokowi untuk Istri Terduga Teroris Digunakan untuk Bayar Utang di bank
Baca juga: Seorang Guru SD Tanam 400 Pohon Ganja di Kebun Cabai, Untuk Usir Hama Katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/orang-orang-berdesakan-di-kapal-feri-untuk-melakukan-perjalanan-pulang.jpg)