Berita Internasional
Junta Militer Myanmar Keluarkan Perintah Penangkapan 40 Selebriti yang Dukung Gerakan Antikudeta
Junta militer Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk hampir 40 selebriti yang menentang aturannya dan mendukung gerakan antikudeta.
TRIBUNJATENG.COM - Junta militer Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk hampir 40 selebriti yang menentang aturannya dan mendukung gerakan antikudeta.
Dikabarkan Channel News Asia, 40 selebriti tersebut termasuk influencer media sosial, penyanyi, dan model.
Kabar tersebut diumumkan pada buletin berita malam yang disiarkan oleh media pemerintah pada hari Jumat dan Sabtu.
Baca juga: Temukan Buaya Mati di Saluran Air Perumahan, Warga: Kaget kok Muncul Lagi
Baca juga: Aktivitas Bisnis IKM Tekstil Tergerus Impor Pakaian Jadi
Baca juga: Seorang Guru SD Tanam 400 Pohon Ganja di Kebun Cabai, Untuk Usir Hama Katanya
Baca juga: Viral Dalang Boyolali Hajar Perangkat Gamelan dengan Godam, Ternyata Ini Alasan Ki Gondho Wartoyo
Selanjutnya, mereka juga dianggap telah melanggar undang-undang yang melarang individu mengatakan hal yang dapat memicu perbedaan pendapat.
Ancaman hukuman yang dikenakan kepada pelanggar undang-undang itu yakni hukuman penjara selama tiga tahun.
Diberitakan sebelumnya, Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP) mengatakan, 2.658 orang telah ditahan oleh pihak junta.
Mereka yang ditahan di antaranya empat wanita dan seorang pria yang berbicara dengan kantor berita CNN.
Pekan lalu, CNN berkunjung di jalan-jalan utama Kota Yangon dan mewawancarai kelima warga sipil itu.
Namun kemudian, saat CNN berkunjung kembali ke kediaman mereka, pihaknya mendapat laporan, narasumbernya telah ditahan.
Juru bicara CNN mengatakan, pihaknya akan mendesak pihak berwenang untuk menginformasikan keberadaan para tahanan.
CNN juga ingin para tahanan bisa segera dibebaskan dengan aman.
"Kami mendesak pihak berwenang untuk informasi tentang ini, dan untuk pembebasan yang aman dari setiap tahanan," kata juru bicara CNN.
Lebih lanjut, AAPP mengatakan jumlah korban tewas akibat kekejaman junta telah meningkat menjadi 557 orang pada Sabtu (3/4/2021) malam.
Untuk mengenang korban tewas, demonstran antikudeta menyalakan lilin pada malam hari di jalanan.
Selain itu, dalam rangka memperingati Paskah, umat Kristen setempat menuliskan pesan protes di telur Paskah, Minggu (4/4/2021).
Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan tulisan di telur Paskah, di antaranya 'Kita harus menang', 'Revolusi Musim Semi'.
Ada pula tulisan 'Keluar MAH', MAH dalam hal ini mengacu pada pemimpin junta, yaitu Min Aung Hlaing.
AAPP mengatakan, demonstran di seluruh Myanmar akan terus menyerukan aksi protes untuk mengakhiri kediktatoran junta.
Demonstran juga menginginkan pemulihan demokrasi dan hak asasi manusia.
"Orang-orang di seluruh Burma terus menyerang untuk mengakhiri kediktatoran, untuk demokrasi dan hak asasi manusia," kata perwakilan kelompok itu.
Pada Minggu pagi, ratusan orang melakukan aksi protes di Kota Mandalay.
Gambar di media sosial memperlihatkan beberapa di antara mereka berjalan kaki dan yang lain mengendarai sepeda motor.
Demonstran juga berkumpul di beberapa kota lain.
Meski polisi dan tentara bergerak untuk membubarkan mereka, tetapi kali ini tidak ada laporan kekerasan dari pasukan keamanan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Junta Myanmar Keluarkan Surat Perintah Penangkapan 40 Selebriti yang Menentang Aturannya
Baca juga: Selalu Jadi Favorit di Bulan Ramadan, Ini Manfaat Konsumsi Kurma Bagi Tubuh, Manis karena Gula Alami
Baca juga: Siswi SMP Ini Jadi Korban Kelima Bunuh Diri di Keluarganya dalam 5 Tahun
Baca juga: Kocak, Kakek-kakek Nyanyi Lagu Tung Keripit Rhoma Irama, Ganti Lirik Jadi Berhitung
Baca juga: Pengendara Tewas Setelah Tabrak Pohon karena Mobilnya Dilempar Batu, Saksi Lihat Bayangan Hitam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-migran-myanmar-memegang-potret-aung-san-suu-kyi-saat-mereka.jpg)