Breaking News:

Berita Internasional

100 Orang Tewas dalam Konflik di Perbatasan Somalia-Ethiopia

Sedikitnya 100 orang tewas dalam konflik di perbatasan antara wilayah Afar dan Somalia di Ethiopia.

Tribunnews.com/Istimewa
Seorang anggota Pasukan Khusus Amhara mengawasi di perbatasan Eritrea di mana bendera Kekaisaran Ethiopia dikibarkan, di Humera, Ethiopia, pada 22 November 2020. EDUARDO SOTERAS / AFP 

TRIBUNJATENG.COM, ADDIS ABABA – Sedikitnya 100 orang tewas dalam konflik di perbatasan antara wilayah Afar dan Somalia di Ethiopia.

Pejabat regional Ethiopia menyampaikannya, dikutip kantor berita AFP, Reuters dan Aljazeera, Rabu (7/4/2021).

Ini merupakan kekerasan terbaru menjelang pemilihan nasional pada Juni nanti.

Baca juga: Saat Istrinya Melayani Pria Hidung Belang, AH Justru Duduk Menyaksikan Sambil Menyemangati

Baca juga: Dishub Akan Gembok Mobil Parkir Sembarangan di Kudus

Baca juga: Desiree Bilang Tak Punya, Hotma Sitompul Beberkan Deretan Aset Istrinya, Tiap Bulan Diberi Uang Cash

Baca juga: Curhat Michele Mahasiswi Asal Papua Setelah Diangkat Anak Asuh oleh Kapolda Jateng

Sekitar 100 warga sipil, banyak dari mereka penggembala, tewas sejak bentrokan meletus pada Jumat dan berlanjut hingga Selasa (6/4/2021).

Demikian dikemukakan Ahmed Humed, wakil komisaris polisi untuk wilayah Afar,lewat telepon ke wartawan Reuters. Dia menyalahkan kekerasan itu pada serangan pasukan regional Somalia.

Pertumpahan darah di wilayah yang diklaim Somalia dan Afar menyoroti krisis keamanan yang dihadapi Perdana Menteri Abiy Ahmed, yang melampaui konflik yang sedang berlangsung jauh di utara di Tigray.

Ali Bedel, juru bicara wilayah Somalia, mengatakan 25 orang telah tewas pada Jumat dan sejumlah warga sipil yang tidak diketahui tewas dalam serangan berikutnya oleh pasukan yang sama Selasa.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen apakah 25 kematian yang diklaim oleh pejabat Somalia itu sebagai tambahan dari 100 kematian atau termasuk dalam angka itu.

Sementara itu, Ahmed Kaloyte dari wilayah Afar, mengatakan kepada kantor berita AFP, polisi dan milisi khusus Somalia menggerebek daerah yang dikenal sebagai Haruka.

“Pasukan khusus wilayah Somalia… menyerang daerah Haruk dan Gewane menggunakan senjata berat termasuk senapan mesin dan granat berpeluncur roket. Anak-anak dan wanita dibunuh saat mereka sedang tidur,” kata Ahmed.

Halaman
123
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved