Berita Blora
Berfoto di Tirai Cahaya yang Instagramable di Goa Terawang Blora
Satu di antara objek wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Kabupaten Blora yaitu Goa Terawang.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Penulis: Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Satu di antara objek wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Kabupaten Blora yaitu Goa Terawang.
Objek wisata alam yang terletak di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, menawarkan pemandangan ciamik lengkap dengan keteduhan suasana hutan jati Blora.
Lokasi wisata tersebut jaraknya sekitar 38 kilometer ke arah barat laut dari pusat Kabupaten Blora.
Baca juga: Dugaan Pungli Pasar Cepu, Kejari Blora Tunggu Keterangan Saksi Ahli Hukum Pidana dan Administrasi
Baca juga: Kejari Blora Tunggu Petunjuk Kejati Jateng Soal Dugaan Korupsi Kunker DPRD
Baca juga: Kejaksaan Negeri Blora Sita Rp 1,5 Miliar Uang Hasil Dugaan Pungli dan Korupsi Kunker
Baca juga: Kepala DPMPTSP: Mal Pelayanan Publik Blora Termasuk Tercepat di Indonesia
Letaknya yang berada area hutan milik Perhutani KPH Blora, membuat Goa Terawang tidak hanya menawarkan panorama indah, tetapi juga keasrian berkat rindangnya pohon jati.
“Cukup hanya bayar tiket Rp 7 ribu sudah bisa menikmati Goa Terawang,” ujar Kepala Seksi Komunikasi Perusahaan dan Pelaporan Perhutani KPH Blora, Wasno, Rabu (28/4/2021).
Di goa yang berumur sekitar 10 juta tahun itu, pengunjung harus melewati sejumlah tangga untuk masuk ke dalam goa.
Di dalamnya terdapat lima bagian lorong goa yang dipisahkan oleh stalakmit yang menjadi semacam pembatas.
Berbeda dengan goa pada umumnya yang nuansanya gelap, di Goa Terawang, pengunjung tidak perlu khawatir sebab terdapat cahaya yang masuk dari lubang atap goa.
Dari situlah kemudian disebut goa terawang karena ada cahaya yang masuk membuat kondisi di dalam goa terlihat.
Cahaya-cahaya itu acap kali menjadi semacam tirai transparan yang menembus dari atap sampai ke dasar goa.
Jangan heran, di goa yang memiliki panjang seitar 180 meter tersebut pengunjung bisa melihat kawanan monyet ekor panjang.
Terdapat tiga kelompok monyet ekor panjang, masing-masing kelompoknya terdapat 40 ekor monyet.
Untuk memanjakan pengungjung, Perhutani juga telah melengkapi objek wisata tersebut dengan bermacam fasilitas.
Baca juga: Kisah Sedih Seorang Petani yang Meninggal di Desa Kutukan di Blora, Istri Teriak Minta Tolong
Baca juga: Harga Daging Ayam Potong di Blora Turun
Di antaranya pendopo untuk tempat berkumpul, kolam yang bisa dimanfaatkan untuk bermain anak-anak, dan ATV.
“Tentu ada juga toilet dan musala,” ujar Wasno.
Jam bukanya sejak pukul 07.00 sampai pukul 16.00 WIB. Selama buka, hampir setiap hari terdapat pengunjung yang datang.
Memang diakui masih belum maksimal, tapi setidaknya hampir setiap bulan rata-rata terdapat pengunjung hampir mencapai 1.000 orang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/goa-terawang-di-desa-kedungwungu.jpg)