Breaking News:

Berita Regional

Palsukan Ratusan Akta Jual Beli, Petugas Honorer Ini Raup Rp 1,3 Miliar

Polisi berhasil mengungkap kasus pemalsuan akta jual beli (AJB) yang dilakukan oleh seorang honorer Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Editor: M Syofri Kurniawan
KOMPAS.COM/RASYID RIDHO
Polda Banten berhasil mengungkap kasus pemalsuan ratusa AJB di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. 

TRIBUNJATENG.COM, SERANG - Polisi berhasil mengungkap kasus pemalsuan akta jual beli (AJB) yang dilakukan oleh seorang honorer Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, berinisal DSB (48).

DSB memalsukan tanda tangan Camat Pabuaran Babay sejak tahun 2018.

Dia mendapatkan total keuntungan sebesar Rp 1,3 miliar.

Baca juga: Inilah Sosok Muhammad Jisrah Diinterograsi TNI AL Gara-gara Komentar Negatif Soal KRI Nanggala

Baca juga: Beda OPM dan KKB Versi Tokoh Papua, KKB Paling Agresif karena Dipimpin Sosok Berusia 17 Tahun

Baca juga: Jenazah Belum Ditemukan, Akta Kematian 53 Kru KRI Nanggala 402 Sudah Keluar

Baca juga: Saat Teman Kencannya Mandi, Agus Langsung Beraksi, 3 Perempuan Jadi Korban

Direktorat Reserae Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten Kombes Pol Matri Sonny mengatakan, pengungkapan kasus pemalsuan AJB yang menyeret pegawai honorer kecamatan itu berdasarkan hasil pengembangan kasus sebelumnya.

"Kami mengungkap adanya pemalsuan tanda tangan dengan objeknya adalah AJB.

Kasus ini merupakan hasil pengembangan perkara lain pada Februari lalu, dan ditemukanlah bukti-bukti lain berupa AJB palsu," kata Martri kepada wartawan di Mapolda Banten, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskan Martri, DSB dalam aksinya menyediakan blangko akta kemudian membuat AJB dengan mekanisme tidak sesuai dengan aturan.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka juga mengaku sudah memalsukan tanda tangan pejabat pembuat akta tanah sementara, yakni camat," ujar Martri didampingi Kasubdit II Harda Polda Banten AKBP Dedy Darmawansyah.

Dari hasil memalsukan AJB, tersangka memperoleh keuntungan paling sedikit Rp 1 juta sampai 4 juta per satu AJB yang dibuatnya.

Keuntungan tersebut digunakan oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli mobil, dan memperbaiki rumahnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved