Eksperimen, Inggris Kumpulkan Ribuan Orang Tanpa Masker dan Jaga Jarak di Konser Musik
Sekitar 5.000 orang penggemar musik, berjoget, melompat, dan bernyanyi bersama. Tidak ada masker, tidak ada jarak sosial, tidak ada aturan.
TRIBUNJATENG.COM, LIVERPOOL - Eksperimen konser musik yang digelar di Liverpool, Inggris pada Minggu (2/5), mengumpulkan ribuan orang secara legal, berdesakan di ruang kecil, pertama kali sejak pandemi menyebar pada Maret 2020. Mereka mengalami euforia malam itu.
Sekitar 5.000 orang penggemar musik, berjoget, melompat, dan bernyanyi bersama. Tidak ada masker, tidak ada jarak sosial, tidak ada aturan, dan tidak ada risiko denda.
Konser berdurasi enam jam itu menyusul uji coba lain di dua klub malam, yang dihadiri 3.000 orang tiap malam pada Jumat dan Sabtu lalu.
Festival musik mini yang digelar di Sefton Park, Liverpool itu adalah satu acara uji coba resmi pemerintah Inggris untuk meneliti seberapa besar kerumuman besar dapat berlangsung secara aman lagi.
Semua pemegang tiket harus mengikuti tes yang diawasi di satu dari empat pusat pengujian di kota sehari sebelumnya, dan hanya diizinkan masuk jika tesnya negatif.
Mereka juga sangat dianjurkan untuk melakukan tes PCR yang lebih sensitif pada hari pertunjukan, dan melakukannya lagi lima hari kemudian, pada hari Jumat (7/5) mendatang. Langkah itu sangat penting untuk mengetahui apakah ada penyebaran virus.
Para ilmuwan juga mempelajari faktor-faktor lain, seperti pergerakan dan interaksi penonton, ventilasi, durasi, katering, dan konsumsi alkohol. Selama festival berlangsung, orang-orang misterius dengan papan klip berkeliaran membuat catatan.
Semuanya bertujuan untuk mengetahui bagaimana festival musik musim panas dapat berlangsung setelah 21 Juni, tanggal dilonggarkannya semua pembatasan oleh pemerintah Inggris, yang secara teori menjadi akhir dari pembatasan kontak sosial.
"Konser ini rasanya seperti tidak nyata. Rasanya seperti melompat keluar dari pesawat. Jantungku berdebar kencang," kata Penyanyi Zuzu, yang beraksi pertama, dan menerima respons yang luar biasa dari penikmat musik.
"Pengalaman ini sangat emosional. Saya mencoba untuk tetap bersama di atas panggung. Tapi selama lagu terakhir saya tersendat, dan ketika saya turun dari panggung, saya bahkan tidak malu untuk mengakui bahwa saya menangis. Saya menangis. Sungguh menakjubkan," tambahnya
Konser uji coba itu semestinya menguji pertunjukan normal, tetapi jumlah energi terpendam dan tensi yang dilepaskan membuat atmosfer menjadi lebih tinggi daripada biasanya di tahun-tahun sebelum pandemi.
"Konser ini jauh lebih seru dari biasanya," kata seorang penggemar musik, Aneesa Habib, 19 tahun.
"Sungguh gila bisa kembali bersama banyak orang. Sungguh luar biasa. Berada di tengah semua orang, hanya bergerak, Anda merasa seperti Anda bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri," kata temannya Joby Mathew, 20 tahun.
Pengunjung festival musik, Jack Young, 21 tahun, mengatakan, berada di sebuah acara tanpa batasan adalah seperti ada beban yang diangkat dari pundak semua orang.
"Senang rasanya berada pada momen ini. Anda merasa hidup kembali. Kami membutuhkan lebih banyak. Saya sangat merindukannya," kata pengunjung lain, Chloe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/konser-musik-di-inggris.jpg)