Breaking News:

MUI Minta Takmir Taati Prokes, Pakai Masker saat Salat Tetap Sah

penggunaan masker ketika melaksanakan salat di tengah pandemi virus corona (Covid-19) tetap sah dalam ajaran agama Islam.

Istimewa
Ilustrasi - Pelaksanaan Salat 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -  Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa penggunaan masker ketika melaksanakan salat di tengah pandemi virus corona (Covid-19) tetap sah dalam ajaran agama Islam.

Hal itu ia sampaikan merespons video viral di media sosial yang memperlihatkan pengurus Masjid Al Amanah, Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat mengusir seorang jemaah lantaran memakai masker ketika hendak beribadah. ”(Memakai masker salat) tetap sah, tidak ada satu pun pendapat ulama yang mengatakan tidak sah,” kata Kamaruddin, Senin (3/5).

Tak hanya itu, Kamaruddin juga mengatakan salat dengan saf yang berjarak di tengah pandemi saat ini juga sah. Ia menekankan saf yang berjarak sekaligus memenuhi prinsip jaga jarak untuk melindungi diri. ”Bukan hanya sah tapi wajib dilakukan dalam rangka melindungi diri (jiwa),” ujarnya.

Kamaruddin berharap persoalan tersebut sudah selesai dan tak perlu diperpanjang kembali. Ia mengapresiasi apabila pengurus masjid di Bekasi dan jemaah yang diusir sudah saling berdamai.

”Semua pihak memang harus bekerja sama untuk memastikan prokes dijalankan secara ketat di manapun, termasuk di tempat ibadah sebagaimana surat edaran mentri agama terkait pelaksanaan amaliah Ramadan," kata Kamaruddin.

Sebelumnuya masyarakat dibuat heboh dengan beredarnya video berdurasi 2 menit 22 detik di media sosial. Dalam video, telihat ada seorang jemaah pria memakai masker sedang duduk dan akan melaksanakan salat di dalam sebuah masjid. Namun tidak lama setelah itu, pria itu dihampiri oleh beberapa orang yang diduga merupakan pengurus masjid. Mereka keberatan karena pria itu memakai masker.

Para pengurus masjid itu meminta agar pria itu melepas maskernya. Tetapi pria itu menolak karena mengikuti aturan pemerintah. "Jangan pakai masker, jadi kita enggak ada perbedaan antara masjid dengan pasar," kata salah seorang pengurus masjid itu.  Ia kemudian menyinggung surat Ali Imran ayat 96. Ia berkukuh meminta pria itu melepas maskernya. Tetapi pria itu menolak hal itu. Sehingga terjadi perdebatan di antara mereka.

"Saya pakai masker, saya taati aturan pemerintah," kata pria itu. "Pemerintah punya aturan ulama punya aturan. Kaga bisa, ulama lebih tinggi dari pemerintah," ucap pengurus masjid itu. "Rumah Allah ada aturannya. Masuk masjid dilarang pake masker," tambah dia.

Setelah itu salah seorang pengurus masjid lainnya meminta pria itu melapor ke polisi jika tidak terima dengan aturan di masjid itu. "Sampaikan ke Polsek, engga usah berdebat, sekarang ke Polsek aja," ucap dia.

Peristiwa yang terjadi Masjid Jami Al-Amanah di Medan Satria, Kota Bekasi pada Selasa (27/4) itu kemudian memicu ragam komentar dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan sikap pengurus masjid karena pandemi COVID-19 belum menghilang.

Halaman
123
Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved