Banjarnegara
Indahnya Ngabuburit di Taman Patung Jerami Gili Lori Banjarnegara
Kegiatan menunggu azan Magrib (ngabuburit) sudah menjadi tradisi bagi sebagian umat Islam saat Bulan Ramadan.
Penulis: Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kegiatan menunggu azan Magrib (ngabuburit) sudah menjadi tradisi bagi sebagian umat Islam saat Bulan Ramadan.
Waktu menjelang berbuka dimanfaatkan sebagian orang dengan berbagai kegiatan, termasuk mengunjungi destinasi yang menawan.
Peluang ini pun ditangkap Kelompok Masyarakat (Pokmas) D'Kuwondogiri di Dusun Kuwondogiri Desa Blambangan Kecamatan Bawang, Banjarnegara.
Mereka menciptakan destinasi yang menarik untuk dikunjungi dengan konsep alam pedesaan.
Baca juga: Bau Mulut Mengganggu? Ini 10 Cara Paling Ampuh Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa Ramadhan
Baca juga: Larang Orang Salat Pakai Masker, Pengurus Masjid Bekasi Ternyata Pernah Ditegur Polisi
Baca juga: Mendekati Hari Lebaran, Pusat Perbelanjaan Kian Mengalami Peningkatan Kunjungan
Baca juga: Memaknai Peringatan Nuzulul Quran di Bulan Ramadan dengan Memuliakan Alquran di Malam Istimewa
Hamparan sawah yang luas di desa ternyata bukan hanya menjanjikan untuk usaha pertanian. Mereka mampu menyulapnya menjadi destinasi wisata.
Menariknya, mereka memanfaatkan sumber daya lokal atau limbah pertanian (jerami) untuk menunjang destinasi. Terlebih, stok jerami di desa melimpah usai petani panen raya.
Di tangan mereka, sebagian jerami itu disulap menjadi karya bernilai seni tinggi. Mereka mengumpulkan jerami di lahan sekitar 1 hektar. Bahan alam itu kemudian dibentuk menjadi patung dengan bermacam karakter.
"Pembuatan patung jerami ini memakan waktu kurang lebih 1,5 bulan, " kata Muhamad Muhtar, pengurus Pokmas D'Kuwondogiri, Senin (3/5/2021)
Mereka menamai destinasi itu Rest Area Gili Lori dengan tema Dolanan Damen.
Di areal sawah itu, ada patung jerami berbentuk pesawat, perahu layar, musala, bedug hingga ketupat yang menjadi ikon lebaran.
Karakter patung memang sebagian disesuaikan dengan momentum Hari Kemenangan atau Idul Fitri bagi umat Islam.
Rest area ini memang dibuka untuk menghibur masyarakat yang akan menghadapi lebaran.
Karenanya, destinasi ini dibuka khusus di Bulan Puasa Ramadan hingga libur lebaran nanti.
Di bulan puasa ini, destinasi tersebut sudah mulai ramai dikunjungi orang, terutama saat sore atau menjelang waktu Magrib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengunjung-berfoto-dengan-latar-patung-jerami-di-rest-area-gili-lori.jpg)