Berita Kajen

Cerita Pemudik dari Desa Jagung Kesesi yang Mudik Lebih Awal, Buri: Saya Rindu Kampung Halaman

Cerita Buri Buchaeri warga Desa Jagung, Pekalongan yang memilih mudik sebelum operasi penyekatan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo

"Rencana lebaran H+3 berangkat ke Jakarta," ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Ahmad Rifai. Ia mudik jauh-jauh hari sebelum operasi penyekatan.

"Saya tiba di Desa Jagung pada Kamis (29/4/2021) menggunakan bus," ungkapnya.

Berbeda dengan Buri, alasan Rifai mudik dikarenakan dagangannya sepi.

"Saya jualan tempe kecil-kecilan. Pandemi sepi penjualannya. Jadi saya pilih untuk pulang ke kampung halaman," imbuhnya.

Rifai menceritakan, selama perjalanan pulang kampung menggunakan bus tidak ada penyekatan di jalan.

"Kemarin saya pulang bersama kakak. Di jalan alhamdulilah tidak ada hambatan apapun baik penyekatan ataupun razia," ucapnya.

Tiba di kampung halamannya, Rifai telah mematuhi peraturan Pemerintah Desa Jagung yaitu dengan melapor ke posko Jogo Tonggo.

"Kemarin saya di rapid antigen difasilitasi sama desa. Alhamdulillah negatif. Terus, saya disarankan oleh kepala desa untuk isoman. Bahkan, tiap dua hari ini saya selalu di pantai oleh pak kades," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jagung Ade Ade Fernando Binar Luhur Budi mengatakan, bahwa ia mendatangi pemudik karena ingin memastikan kesehatan warganya.

"Sejak para pemudik pada tiba di desa, tiap hari saya datangi ke rumahnya untuk melihat kondisi kesehatannya."

"Alhamdulillah mereka patuh. Tiba di desa langsung lapor ke pos Jogo Tonggo jadi saya keliling untuk cek kesehatannya," katanya.

Dalam mencegah penyebaran Covid-19, pihaknya melakukan sampling rapid antigen ke sejumlah warganya yang baru mudik.

"Ada 10 warga yang saya sampling, alhamdulillah negatif semua. Saat saya mendatangi ke rumah, berpesan agar isolasi mandiri selama 14 hari," imbuhnya 

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 92 orang pemudik masuk Desa Jagung.

Pihaknya sejak lama sudah menyiapkan dua posko. Satu di kantor Balai Desa. Satu di tengah desa.

"Tahun kemarin sekitar 300 warganya pulang ke kampung halaman. Di prediksi hari ini puncak warganya pulang ke desa," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved