Breaking News:

Bisnis

Setahun Lebih Pandemi Covid-19, Pertumbuhan Ekonomi di Jateng Masih Minus

Sektor ekonomi di Jateng masih berusaha bangktit setelah dihantam pandemi covid-19.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: rival al manaf
(Tribun Jateng / Ruth Novita Lusiani)
Screenshot kegiatan press release Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng melalui Youtube yang dihadiri Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Senin, (4/1/2021). 

Penulis: Ruth Novita Lusiani

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sektor ekonomi di Jateng masih berusaha bangktit setelah dihantam pandemi covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatatkan perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I-2021 masih mengalami kontraksi sebesar -0,87 persen year on year  (y-on-y), akan tetapi kondisinya lebih baik dibandingkan triwulan II-IV tahun 2020 yang terkontraksi lebih dalam pada kisaran -3 hingga -5 persen secara y-on-y.

Hal ini dituturkan oleh Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono dalam rilis onlinenya melalui Youtube, Rabu, (5/5/2021).

Dikatakannya, dari sisi produksi, kontraksi terjadi pada 11 lapangan usaha dengan kontraksi terdalam dialami oleh lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar -31,04 persen.

Baca juga: Lolos Penyekatan Mudik Tol Pejagan Belum Aman, Akan Diminta Putar Balik di Tol Kalikangkung

Baca juga: Kolaborasi Kemenparekraf dengan Grab, Tingkatkan Kualitas Layanan di Borobudur

Baca juga: Polres Pekalongan Musnahkan 1.794 Botol Miras Jelang Idul Fitri

Sementara dari sisi pengeluaran, yang mengalami kontraksi terdalam sehingga tumbuh negatif adalah komponen impor barang dan jasa sebesar -2,28 persen.

“Memasuki satu tahun sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020, kondisi perekonomian di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, terus menunjukkan perbaikan. Perekonomian Provinsi Jawa Tengah secara bertahap mulai mengarah pada pertumbuhan positif. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi secara y-on-y yang awalnya terkontraksi pada kisaran -3 hingga -5 persen pada triwulan II-IV 2020 menjadi hanya -0,87 persen pada triwulan I-2021,” ucap Sentot, Rabu, (5/5/2021).

Ia menuturkan salah satu pemicu masih terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I-2021, yakni adanya penerapan PSBB ketat Jawa-Bali pada tanggal 11-25 Januari 2021 yang kemudian diperpanjang dengan adanya kebijakan PPKM berbasis mikro tanggal 9-22 Februari di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya penekanan laju penularan Covid-19 yang terus menunjukkan peningkatan setelah adanya libur panjang Natal dan akhir tahun 2020 lalu.

Baca juga: Link Live Streaming Chelsea Vs Real Madrid, Sedang Berlangsung, Sergio Ramos dan Hazard Starter

Baca juga: Cerita Pemudik dari Desa Jagung Kesesi yang Mudik Lebih Awal, Buri: Saya Rindu Kampung Halaman

Baca juga: Berdaya Saing, Kemnaker RI Genjot Empat Potensi Desa di Batang 

“Sementara, apabila dibandingkan dengan kinerja pada triwulan IV-2020, ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I-2021 kembali mencatatkan pertumbuhan positif, yaitu sebesar 1,69 persen setelah sebelumnya terkontraksi sebesar -1,89 persen quarter to quarter (q-to-q),” terangnya.

Lanjutnya, dilihat dari sisi produksi, kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 18,33 persen. Selanjutnya, apabila dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 11,93 persen. (Ute)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved