Breaking News:

Berita Internasional

Penjelasan Kim Jong Un Bagaimana Celana Ketat Warganya Bisa Mengancam Rezimnya

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan melarang pemakaian jins ketat untuk mempertahankan rezimnya.

KRT via AP
Kim Jong Un memberikan pidato dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Pyongyang, dalam foto yang merupakan tangkapan layar dari kanal televisi Korea Utara KRT pada 10 Oktober 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, KORUT - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan melarang pemakaian jins ketat untuk mempertahankan rezimnya.

Pelarangan itu terjadi setela dia khawatir pengaruh kultur Barat akan mendorong generasi muda melawannya.

Baca juga: Kim Jong Un Larang Warga Korut Pakai Celana Jeans Ketat, Ketahuan Akan Dihukum Kerja Paksa

Baca juga: Korut Hukum 3 Remaja Pecinta Budaya Korsel

Dalam klaim Pyongyang, jins ketat maupun robek, gaya rambut mewah, dipandang sebagai "invasi gaya hidup kapitalis".

Kim Jong Un, yang diduga takut dilengserkan, menyatakan mereka yang mengenakan pakaian aneh harus dikirim ke kamp kerja paksa.

Larangan itu tertuang dalam Rodong Sinmun, harian resmi Partai Buruh Korea, yang menyatakan keberadaan fesyen aneh "bakal meruntuhkan negara".

"Sejarah mengajarkan pelajaran krusial bahwa negara akan menjadi rapuh, meski ekonomi dan pertahanannya kuat, jika tak memelihara fesyen sendiri," ulas harian itu.

Koran tersebut mengeklaim, Korea Utara harus waspada terhadap segala serangan kapitalis dan berjuang mengenyahkannya.

Selain itu seperti diberitakan Yonhap, Pyongyang bakal menghukum warganya yang kedapatan punya video produksi Korea Selatan.

Dilansir Daily Mirror Senin (17/5/2021), rambut diwarnai dan keberadaan anting-anting juga dilarang keras.

Sumber negara penganut ideologi Juche itu mengungkapkan, gaya rambut "non-sosialis" tidak akan diterima di sana.

Lebih lanjut, Korea Utara membuat kejutan dengan mengumumkan mundur dari Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Baca juga: Militer AS Sebut Korut Terus Jadi Tantangan Keamanan

Baca juga: AS-Jepang-Korsel Duduk Bareng Bicarakan Rudal Korut, Denuklirisasi Tetap Jadi Inti

Saat ini, mereka berada di peringkat keempat Grup H berisikan Korea Selatan, Lebanon, Turkmenistan, dan Sri Lanka, memenangkan dua dari lima laga.

Mereka dijadwalkan melawan Sri Lanka di Stadion Goyang, Korea Selatan. Banyak laga harus digelar tersentralisasi karena virus corona.

Badan Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan keputusan Pyongyang, sembari menyatakan bakal menginvestigasi masalah tersebut.

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Kim Jong Un Larang Jins Ketat karena Khawatir Bakal Mengganggu Rezimnya

Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved