Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pemuda Palestina Ini Kenang Serangan Bom Israel yang Buat Ibunya Terkubur Hidup-Hidup

Namun bagi Ahmed al-Koulak, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dari Gaza, Palestina, hidupnya tidak akan pernah kembali terlihat normal.

KATA KHATIB / AFP
Anak-anak Palestina melihat rumah mereka setelah dihancurkan oleh serangan udara Israel, di kota Rafah, di Jalur Gaza selatan, Minggu (16/5). 

TRIBUNJATENG.COM, GAZA - Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata di Jalur Gaza pada Jumat lalu.

Kesepakatan tersebut menjadi sorotan masyarakat dunia.

Warga Palestina bisa merasakan ketenangan di Jalur Gaza.

Baca juga: Dianggap Kelewatan Soal Pencapresan, Ganjar Pranowo Akhirnya Buka Suara

Baca juga: Luna Maya Melongo Dengar Cerita Sophia Latjuba Soal Ariel: Masa Kamu Digituin Soph?

Baca juga: Pria Motoran Shogun Ijo Keluarkan Pisang dari Celana, Nyaris Tabrakan, Viral di Karanganyar

Baca juga: Menangis Setelah Juara Laliga, Luis Suarez Kirim Pesan ke Barcelona: Awal Musim Saya Diremehkan

Itu setelah Mesir yang bertindak sebagai mediator berhasil menengahi gencatan senjata antara negara zionis dan organisasi militan yang mengontrol daerah tersebut.

Hamas pun berhenti menembakkan roket ke Israel, begitu pula Israel yang mengakhiri aksi pembomannya terhadap target strategis di Jalur Gaza, di mana setidaknya 240 orang telah kehilangan nyawa dalam sebelas hari pertempuran.

Jika gencatan senjata berlanjut dan kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan, ketenangan pun akan dirasakan warga yang bermukim di daerah tersebut dan kehidupan akan kembali normal.

Namun bagi Ahmed al-Koulak, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dari Gaza, Palestina, hidupnya tidak akan pernah kembali terlihat normal seperti dahulu.

Karena pada 16 Mei lalu, pesawat tempur Israel telah menyerang gedung yang menjadi tempat tinggalnya.

Serangan itu 'mengubur' orangtua dan empat saudara kandungnya 'hidup-hidup'.

"Kami berada di rumah saat mendengar ledakan besar itu.

Saya ingat saat ibu saya bergegas pergi ke kamar saya untuk melindungi saya dan saudara-saudara saya.

Namun ada tembok yang ambruk dan mengubur ibu saya serta kami semua.

Lalu saya pingsan dan ketika membuka mata, saya mendengar orang-orang berteriak 'dia masih hidup', tapi bukannya bahagia, saya justru takut dan menangis sepanjang waktu," kata al-Koulak.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (23/5/2021), Israel telah berulang kali mengklaim bahwa serangan udara yang mereka lakukan secara eksklusif menargetkan situs militer Hamas.

Negara zionis itu juga menegaskan, kerusakan infrastruktur sipil seperti bangunan tempat tinggal, jalan, dan menara bukan merupakan tindakan yang disengaja.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved