Smart Women
Kejar Pendidikan S2 di Universitas Al Azhar Mesir, Itta Tuangkan Kisah Perjuangannya ke Dalam Buku
Tujuh tahun tinggal di Mesir, Ita melewati waktunya dengan menulis buku, dan mengejar gelar master di Al Azhar Mesir.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM - Banyak orang bilang, "wih, enak ya kuliah di luar negeri".
Ketika orang-orang berpikir bahwa kuliah di luar negeri adalah sebuah pencapaian, ternyata itu salah besar.
Begitu ungkap Itta Raisah Fitriyani ketika mengenalkan buku karya perdananya yang berjudul Simpul Senyum Tanah Piramida.
Baginya, ini adalah awal dari sebuah peperangan.
"Semuanya tak seindah postingan Instagram. Aku berperang dengan diriku, keadaan, dan seluruh rasa yang sulit dijelaskan. Terik, perut lapar, hilang arah terus menghantamku. Tak jarang, air mataku tumpah. Pagi, siang, dan malam tak ada bedanya. Rasanya aku sudah kalah! Ingin segera pulang dan memeluk ibuku," tulisnya sebagai pengantar pada unggahan IG pribadinya @ittaraisahf, 21 Maret 2021 lalu.
Itta, panggilannya, mengatakan, karyanya tersebut baru terbit Maret 2021 lalu.
Ia tak menyangka jika buku cetakan pertamanya kini sudah habis.
Buku ini sendiri mengisahkan seluruh apa yang Itta curahkan, lihat, dan rasakan selama di Mesir.
Semuanya berdasarkan kacamata Itta melihat berbagai sudut pandang orang-orang yang ia temui selama tinggal di negeri para Fir'aun itu.
Warga asli Padureso, Kabupaten Kebumen ini sudah tujuh tahun lamanya tinggal di Mesir.
Di samping kegiatannya menulis, Itta juga kini tengah mempersiapkan gelar masternya pada jurusan Ushul Fiqih di Univeritas Al-Azhar, Cairo.
Ilmu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya mampu dipelajari oleh Itta.
Baca juga: Nasmoco Grup Gelar Pameran di Mal Paragon Semarang, Toyota Raize Jadi Pusat Perhatian
Baca juga: Sabilillah Ardie: Aparat Pengawas Harus Independen dan Profesional
Baca juga: Penggalangan Dana Sejak DIterbitkan SE Bupati Karanganyar untuk Palestina Terkumpul Rp 481 Juta
"S1-nya di Al-Azhar juga jurusan syariah. Saya mulai berangkat ke sana tahun 2014. Jujur, awalnya ga pernah kebayang belajar memperdalam ilmu agama. Dulu sebenarnya saya ingin sekali masuk kedokteran. Pokoknya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan sains. Dulu sering ikut olimpiade matematika juga. Sedikit banget basic bahasa arabnya," ungkap perempuan berusia 26 tahun itu dalam sambungan Facebook Messenger kepada Tribunjateng.com belum lama ini.
Sebelum di Mesir, sebenarnya Ia sempat kuliah di dalam negeri, tepatnya di Universitas Padjajaran (Unpad) jurusan Psikologi.
Namun Itta tak berselang lama di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penulis-buku-itta-raisah-di-mesir.jpg)