Breaking News:

Berita Nasional

Delta Lebih Berbahaya, Disebut Varian Pemicu Gelombang Pandemi Seluruh Dunia

Varian virus corona (Covid-19) B.1.617.2 atau disebut juga sebagai 'Delta' yang awalnya ditemukan di India pada Desember 2020, kini telah menjadi sala

Editor: m nur huda
NIAIDRML
Ilustrasi - Varian terbaru virus corona, lebih baru dari varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, ditemukan di Jepang 2 Januari 2021. 

Seorang Ahli Epidemiologi terkemuka di Imperial College London sekaligus salah satu Penasihat utama pandemi untuk pemerintah Inggris, Profesor Neil Ferguson mengatakan bahwa varian ini 60 persen lebih mudah menular dibandingkan Alpha.

Bahkan lebih menular jika dibandingkan jenis asli virus corona yang muncul kali pertama di China pada akhir 2019.

Ini yang membuat para ilmuwan meyakini bahwa Delta menjadi varian dominan secara global.

Saat gelombang infeksi Covid-19 melanda Inggris selama akhir pekan lalu, Menteri Kesehatan negara itu, Matt Hancock mengatakan bahwa varian Delta diperkirakan 40 persen lebih mudah menular dibandingkan varian Alpha.

Sebuah studi yang dilakukan oleh pemerintah India bahkan telah menemukan bahwa Delta sejauh ini telah menjadi strain paling dominan di India.

Sementara provinsi Guangdong di China telah menerapkan sistem penguncian (lockdown) tingkat daerah untuk mencoba mengendalikan peningkatan kasus yang sebagian besar didorong oleh kemunculan varian yang sangat menular ini.

Intinya adalah jika penelitian pendahuluan ini benar-benar akurat, maka varian Delta akan segera menjadi strain Covid-19 paling dominan di dunia dan menyebabkan penyebaran wabah yang begitu cepat di negara-negara yang tidak didukung tingkat vaksinasi yang tinggi.

Di sisi lain, saat ini ada penelitian terbatas mengenai apakah varian Delta menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian lainnya.

Menurut Public Health England, data awal menunjukkan bahwa dibandingkan varian Alpha, Delta cenderung menyebabkan pasien harus menjalani rawat inap.

Analisis dari 38.805 kasus berurutan di Inggris mengungkapkan bahwa varian Delta dikaitkan dengan risiko rawat inap 2,61 kali lebih tinggi dalam 14 hari dari tanggal spesimen, dibandingkan varian Alpha.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved