Breaking News:

Berita Semarang

Bawaslu Kota Semarang Ajak Perempuan di Bululor Aktif dalam Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Kota Semarang menggelar kegiatan bertema Peran Perempuan di Kelurahan Bululor sebagai Garda Terdepan dalam Pengawasan Partisipatif.

ISTIMEWA
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang menggelar Pengembangan Kelurahan Pengawasan di Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara. 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang menggelar Pengembangan Kelurahan Pengawasan di Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Kegiatan ini digelar dengan tema Peran Perempuan di Kelurahan Bululor sebagai Garda Terdepan dalam Pengawasan Partisipatif yang diikuti oleh Pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pengurus KSM Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), Pengurus KSM Kelompok Wanita Tani, Pengurus KSM Walinggana dan Pengurus Karangtaruna Kelurahan Bulu Lor.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Semarang serta Lurah Bulu Lor.

Baca juga: Mobilnya Hancur, Pemandu Lagu Asal Sukoharjo Tewas Setelah Tabrakan dengan Truk

Baca juga: Ketersediaan Lahan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Jatisari Mijen Makin Menipis.

Baca juga: Balas Dendam RD pada Bos yang Perkosa Istrinya 2 Kali hingga Mau Bunuh Diri, Korban Tewas Mengerikan

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Semarang, Oky Pitoyo Leksono mengatakan, program ini dicanangkan sebagai pendidikan politik masyarakat dalam rangka menjaga iklim demokrasi dan pemilu yang berintegritas dan berkualitas.

"Perempuan adalah madrasah pertama dan mampu menjadi media pembelajaran tentang pemilihan umum yang baik, jujur dan beradab. Perempuan juga harus terlibat dalam pemilihan umum, dan dapat berperan sebagai penyelenggara, pelapor serta pemantau," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Dia berharap ada partisipasi kesukarelaan dan dorongan yang kuat untuk bisa melaporkan jika terjadi pelanggaran. Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan pelanggaran ke Bawaslu.

Dengan program ini diharapkan masyarakat mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat pemilu, supaya masyarakat mau terlibat aktif dalam pengawasan serta anti terhadap potensi terjadinya pelanggaran.

Selain itu, Lurah Bulu Lor, Wisnugroho Subowo mengapresiasi dan berterimakasih karena telah menunjuk Kelurahan Bulu Lor menjadi Kelurahan Pengawasan.

“Ini merupakan pendidikan politik dan pendidikan demokrasi yang sangat bagus, sehingga warga masyarakat Bulu Lor melalui ibu-ibu bisa lebih paham bagaimana dengan pelaksanaan pemilu yang demokratis dan berintegritas,” ujarnya.

Baca juga: Dinas Perdagangan Kota Semarang Perpanjang Masa Pendataan Pedagang Johar

Baca juga: Ini 5 Fitur TikTok yang Tak Bisa Diakses Pengguna Berusia di Bawah 16 Tahun

Baca juga: Setelah Bicara Kapan Ikatan Cinta Tamat, Tiba-tiba Amanda Manopo Pamit pada Instagram dan Twitter

Dia berharap Pemilu yang akan datang dapat berjalan semakin baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu diadakan sesering mungkin sehingga masyarakat Bulu Lor semakin paham terkait dengan bagaimana harus menggunakan hak suaranya dalam partisipasi berpolitik. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved