Berita Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo Optimalkan Isolasi Terpusat di Kudus, Termasuk Rusunawa
Rusunawa baru terisi 20 orang yang isolasi. Padahal kapasitasnya mencapai 180 orang. Sedangkan untuk isolasi di sejumlah desa juga telah disiapkan. Te
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Penulis: Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo bakal mengoptimalkan isolasi terpusat yang ada di Kudus.
Pihaknya telah menyiapkan sejumlah tempat, di antaranya di Rusunawa Bakalankrapyak dan di sejumlah desa.
Saat ini, di Rusunawa baru terisi 20 orang yang isolasi.
Padahal kapasitasnya mencapai 180 orang.
Baca juga: Mayoritas Penderita Covid di Kudus Terinfeksi Varian B16172, Ganjar: Anak-anak Jangan Keluar Rumah
Baca juga: Varian India Masuk di Kudus, Ganjar Sarankan Gerakan 5 Hari di Rumah Saja
Baca juga: 82 Persen Sampel Pasien Covid-19 Kudus Disebut Varian India, Belum Diketahui Asalnya
Baca juga: Cek Tempat Isolasi Kudus, Ganjar Dicurhati Pasien Tak Bisa Nonton Ikatan Cinta
Sedangkan untuk isolasi di sejumlah desa juga telah disiapkan. Tercatat ada 599 tempat isolasi yang tersebar di sejumlah desa.
"Isolasi akan kami optimalkan di sini. Sudah kami persiapkan semua. Memang ada kekurangan SDM, sarpras yang ada. Tadi kami sudah matur sama Pak Gubernur sama Pak Kadinkes supaya bisa dibantu. Tapi nanti akan kami kirim kekurangan data. Kekurangan kami apa. Nanti saya kirim untuk ke provinsi biar segera direalisasi," ujar Hartopo, Minggu (13/6/2021).
Pengoptimalan isolasi terpusat di Kudus, kata Hartopo, membuat pihaknya tidak memberangkatkan warga Kudus untuk menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan.
Meski begitu, Hartopo meminta peran aktif setiap kepala desa maupun camat untuk memerhatikan setiap warganya yang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Kalau memang masih tinggal bersama anggota keluarga yang negatif, maka bisa dievakuasi untuk menjalani isolasi terpusat yang telah tersedia.
"Kalau memang masih campur kami angkut salah satu. Yang positif akan kami angkut untuk evakuasi isolasi pemusatan," kata Hartopo.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sempat meninjau tempat isolasi terpusat di Rusunawa Bakalankrapyak. Dari kapasitas 180 orang baru terisi 20 orang.
"Bayangkan, itu masih banyak sekali. Maka kalau kemudian ada warga Kudus 'Pak saya tidak mau di Donohudan', sudah polke di sini," kata Ganjar.
Ganjar juga memastikan dan memetakan mana saja tempat yang potensi dijadikan tempat isolasi terpusat di Kudus.
Misalnya saja, kata Ganjar, di Kecamatan Mejobo berupa balai desa dan sekolah terdapat 87 yang menjadi tempat isolasi.
Di Kecamatan Bae terdapat 14 tempat isolasi berupa balai desa.
Lantas di Kecamatan Jati ada balai desa, rumah dinas bidan, dan kelenteng terdapat 42 tempat isolasi, dan di Kecamatan Kaliwungu terdapat 139 tempat isolasi.
"Ini total ada 599 tempat isolasi. Optimalkan semua di situ," ujar Ganjar.
Apa yang dibutuhkan di tempat isolasi tersebut, kata Ganjar, silakan Bupati Kudus untuk menyampaikan kepadanya.
"Butuh eksekusi. Saya minta pada Pak Bupati jangan ragu. Kalau sulit, kontak saya. Kita ajak TNI Polri. Kita keroyok bareng-bareng. Cuma saya butuh dukungan masyarakat. Kalau masyarakat ini tidak mendukung, ini kucing-kucingan terus," kata dia.
Kecepatan dan ketepatan penanganan memang harus dilakukan. Apalagi varian baru virus corona atau B16172 sudah terdeteksi di Kudus. Ganjar meminta masyarakat agar benar-benar sadar.
"Jangan pernah melepas masker. Apalagi ketika kita berkerumun banyak orang," ujarnya.(*
Berita terkait Kudus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gubernur-jateng-ganjar-pranowo-memastikan-kondisi-penanganan-covid-19-di-kudus.jpg)