Breaking News:

Polemik PPN Sembako

Dahlan Iskan Sebut Ada Pejabat yang Menyesalkan Kehebohan Dokumen Negara yang Bocor

Mengenai polemik PPN sembako, Dahlan Iskan menuangkan tulisan dalam blog pribadinya. Ia menilai untung dokumen publik ini bocor.

Penulis: - | Editor: moh anhar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Dahlan Iskan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ramainya polemik wacana penerapan PPN sembako yang belum jelas kapan waktu pelaksanaan terus bergulir. 

Beragam opini bermunculan. 

Ditjen Pajak, melalui akun resmi di Instagram @ditjenpajakri, pun memaparkan alasannya wacana tersebut, yakni belum adanya rasa keadilan dalam masyarakat. 

Tak kurang, banyak pengamat sosial maupun ekonomi memberikan komentarnya.

Termasuk,  mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan yang turut melempar pendapatnya terkait wacana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako.

Selain itu, Dahlan juga menyoroti kebijakan wacana pajak lainnya yakni mirip-mirip tax amnesty serta fasilitas yang sudah diberikan pemerintah.

Kendati demikian, bocornya dokumen Rancangan Undang-undang (RUU) Perubahan Kelima Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) dinilai memiliki sisi positif.

Baca juga: BREAKING NEWS: Anji Manji Ditangkap Polisi di Cibubur Karena Narkoba

Baca juga: Fortuner Ringsek Kecelakaan Cium Pohon Banjar, Kapolres: Sopir Ngantuk Oleng

Baca juga: Heboh Bupati Klaten Sri Mulyani Minta Uang Penggalangan Dana Lewat Whatsapp WA, Cek Faktanya

Di antaranya, agar semakin banyak pendapat bisa didengar serta jangan lupa pemerintah membuat keputusan yang tepat.

"Untung dokumen publik ini bocor. Diskusi publik pun bisa terjadi meskipun kacaunya bukan main. Zoominar Narasi Institute membahasnya kemarin sore," ujar Dahlan Iskan melalui disway.id, dikutip Minggu (13/6/2021).

Berikut keseluruhan tulisan Dahlan Iskan berjudul "PPN Sembako" di blog pribadinya disway.id:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved