Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Jutaan Tikus Serang Australia, Sejumlah Warga Digigit hingga Harus Dilarikan ke Rumah Sakit

Permasalahan ini begitu parahnya, karena belakangan ini tikus-tikus mulai menggigit manusia di saat mereka tidur.

IrinaK/Shutterstock
Ilustrasi tikus 

TRIBUNJTENG.COM, CANBERRA - Di Australia, jutaan ekor tikus masih terus meneror petani hingga pekan ini.

Belum ada kejelasan kapan wabah hama itu akan berakhir.

Bermula 10 bulan lalu, hama tikus telah menghancurkan upaya pemulihan sektor pertanian dari kemarau berkepanjangan.

Baca juga: Di Bandung, 196 Makam Dibongkar karena Ternyata Jenazah Tak Terpapar Covid-19

Baca juga: Dicky Sedih Meski Dapat Ganti Rugi Rp 1 Miliar dari Proyek Jalan Tol Solo-Yogya

Baca juga: Inilah Sosok MYS Pembunuh Wanita Driver Taksi Online, Tertangkap Berkat Aplikasi Zenly

Baca juga: Kekayaan Nikita Mirzani Sudah Capai Rp 1,3 Triliun, Raffi Ahmad Masih di Bawahnya

Tanaman baru dan peralatan pertanian telah menjadi sasaran.

Permasalahan ini begitu parahnya, karena belakangan ini tikus-tikus mulai menggigit manusia di saat mereka tidur.

Sejumlah warga bahkan ada yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan kondisi kritis.

Mengapa terjadi wabah hama tikus?

Wabah tikus disebabkan oleh "badai sempurna" dari kondisi cuaca yang optimal untuk tikus berkembang biak yang mengakhiri musim kemarau panjang dari tahun 2017 hingga 2019.

Tikus-tikus ini pertama kali muncul pada musim semi 2020 ketika para petani sedang memanen hasil pertanian yang melimpah.

Ada banyak biji-bijian bekas panen di ladang dan di gudang yang menjadi sumber makanan tikus.

Pemangsa alamiah tikus juga banyak yang mati selama kemarau.

Tahun itu, daerah New South Wales (NSW) mengalami musim panas yang sangat ringan dan kelembaban yang memungkinkan tikus berkembang biak sepanjang musim panas dan hingga musim gugur.

 
Tanaman musim dingin dan lubang persembunyian membuat tikus-tikus memiliki persediaan makanan serta terlindungi dari cuaca dingin.

Petani sangat kesulitan untuk memberantas jumlah mereka yang terus bertambah.

Di mana lokasinya?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved